Home » , » Kumpulan Bacaan Shalat Lengkap Sesuai Sunnah

Kumpulan Bacaan Shalat Lengkap Sesuai Sunnah



Pembahasan ini mengkhususkan diri pada kumpulan bacaan doa dan dzikir di dalam shalat lengkap, dengan pengecualian tidak menyertakan bacaan surat al-Fatihah dan bacaan ayat al quran.

Fokus pembahasan hanya pada bacaan doa dan dzikir di dalam shalat, yang shahih dan bersumber dari hadits-hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Adapun lebih mendalam tentang tata cara membacanya dan hal-hal berkenaan lainnya, dibahas secara sendiri-sendiri di dalam bab-bab mengenai tata cara shalat.

1. Bacaan takbiratul ikhram dan takbir intiqal


Baik takbiratul ikhram (permulaan shalat) maupun takbir intiqal (perpindahan) dalam shalat sama-sama membaca lafaz takbir yang sama, yakni:
اَللّهُ اَكْبَرُ

Allahu Akbar 
Artinya: Allah Maha Besar
 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا قُمتَ إلى الصَّلاةِ فأسْبِغ الوُضُوءَ، ثم اسْتقبل القِبْلةَ فكبِّر

“Jika engkau hendak shalat, ambilah wudhu lalu menghadap kiblat dan bertakbirlah…” (HR. Bukhari 757, Muslim 397)

2. Macam-macam doa istiftah yang sesuai sunnah


Ada banyak macam bacaan doa istiftah yang pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Disunnahkan untuk membaca doa-doa istiftah secara bergantian di dalam shalat (memilih bacaan doa istiftah yang berbeda dalam shalat).

Namun tidak ada dalil yang memerintahkan untuk menggabungkan atau membaca beberapa doa istiftah secara sekaligus dalam satu shalat.

(1)  
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allahumma baa’id baynii wa bayna khothoyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khothoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khothoyaaya bil maa-i wats tsalji wal barod.

Artinya: "Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.” (HR. Bukhari no. 744, Muslim no. 598, An Nasai no. 896. Lafaz do'a iftitah ini berasal dari HR. An Nasai)



(2)
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

Subhaana-kallaah-humma wa biham-dika wa tabaa-rakas-muka wa ta-’aa-laa jadduka wa laa-ilaaha ghai-ruk.

Artinya: “Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan Engkau dengan memuji-Mu, Nama-Mu penuh berkah, Maha tinggi keagungan-Mu. Dan Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Mu” (HR. Abu Daud dan Al-Hakim, dishahihkan Al Albani, juga disepakati oleh Adz-Dzahabi).

(3) Sama dengan do’a iftitah di atas, namun dengan menambahkan bacaan berikut:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ (ثَلاَثًا) اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا (ثَلاَثًا)
 
Laa-ilaaha-illallaah (3 kali) allaahu akbar kabii-raa (3 kali).

Artinya: Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah (3 kali), Allah maha besar lagi sempurna kebesaranya (3 kali). (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al Albani).

Keterangan: Do’a iftitah ini dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat shalat malam.
(4)

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي، وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ،
أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Artinya: “Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku telah menzhalimi diriku sendiri dan akui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau. Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau. Akan aku patuhi segala perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dariMu dan aku bertobat kepadaMu” (HR. Muslim 2/185 – 186)

Keterangan: Doa ini biasa dibaca Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam shalat fardhu dan shalat sunnah.
(5)
اللَّهِ أَكْبَرُ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ

Artinya: “Allah maha besar. Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji”. (HR. An Nasa-i, 1/143. Dishahihkan Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/251)

(6)
إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ

Artinya: “Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, tunjukilah aku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menujukkanku kepadanya kecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau”. (HR. An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112)

(7) 
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

Allaahu akbar kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa wa subhaa-nallaa-hi buk-rataw wa ashii-laa.

Artinya: Allah Maha Besar dengan segala kebesarannya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di pagi hari dan petang hari.(HR. Muslim)

Keterangan: Do’a iftitah ini dibaca oleh salah seorang sahabat ketika shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda: “Aku kagum dengan do’a ini. Pintu-pintu langit telah dibuka karena do’a ini.” Kata Ibn Umar: “Sejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda demikian Saya tidak pernah meninggalkan do’a ini.” (HR. Muslim)
(8) 


الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

 Al hamdu lil-laahi hamdan katsii-ran thayyi-ban mubaa-rakan fiih

Artinya: Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, yang baik, lagi penuh dengan berkah.(HR. Muslim)

Keterangan: Do’a ini dibaca oleh salah seorang sahabat ketika shalat jamaah. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku melihat 12 malaikat berlomba siapakah di antara mereka yang mengantarkan nya (kepada Allah, ed.).
(9) 
اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ


Allaa-humma rabba jib-rooila wa mii-kaa-iil wa isroofiil. Faa-thiras samaa-waati wal ardl. ‘aali-mal ghai-bi was syahaa-dah. Anta tahkumu bai-na ‘ibaa-dik fii-maa kaa-nuu fiihi yakh-tali-fuun. Ihdi-nii limakh-tulifa fiihi minal haqqi bi-idznik. Innaka tahdii man tasyaa-u ilaa shiraa-tim mustaqiim.
Artinya: “Ya Allah, wahai Rabb Jibril, Mikail dan Israfil! Wahai Yang memulai penciptaan langit dan bumi (dari tidak ada sebelumnya)! Wahai Dzat Yang mengetahui yang gaib dan yang tampak! Engkau menghukumi/memutuskan di antara hamba-hamba-Mu dalam perkara yang mereka berselisih di dalamnya. Tunjukilah aku mana yang benar dari apa yang diperselisihkan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberikan hidayah kepada siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.” (HR. Muslim no. 1808 dari Aisyah)
Keterangan: Do’a iftitah ini dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat malam
(10)
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Al hamdu lil-laah (10 X)
Artinya: Segala puji bagi Allah
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allaahu akbar (10 X)
Artinya: Allah Maha Besar
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ 
Laa-ilaaha-illallaah (10 X)
Artinya: Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah


سُبْحَانَ الله
Subhaa-nallaah (10 X)
Artinya: Maha suci Allah

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
 As-tagh-firullaah (10 X)
Artinya: Aku memohon ampunan kepada Allah


اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى وَعَافِنِى

 Allaah-hummagh fir lii wah-dinii war-zuqnii wa ‘aa-finii (10 X )
Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, berilah petunjuk kepadaku, berilah rezeki kepadaku dan maafkanlah aku.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الضِّيقِ يَوْمَ الْحِسَابِ

Allaah-humma innii a-’uudzu bika minad Dhii-qi yaumal hisaab (10 X)
Artinya: Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan pada hari penghisaban (perhitungan amalan). (HR. Ahmad 6/143 dan Ath-Thabarani dalam Al-Ausath 62/2, dari Aisyah dengan sanad yang shahih sebagaimana dalam Ashlu Shifati Shalatin Nabi n, 1/267)

Keterangan: Do’a iftitah ini dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat malam
(11)
اللَّهُ أَكْبَرُ
 Allaahu akbar (3 X)
Artinya: Allah Maha Besar

ذُو الْمَلَكُوتِ وَالْجَبَرُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

Dzul-malakuut wal jaba-ruut wal kib-riyaa’ wal ‘a-dza-mah
Artinya: “Yang memiliki kerajaan besar, kekuasaan, kebesaran, dan keagungan” (HR. Ath Thayalisi 56, Al Baihaqi 2/121 – 122) 


Keterangan: Do’a iftitah ini dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat malam

3. Bacaan doa dan dzikir ketika ruku’ yang shahih


Pada ruku’, terdapat beberapa macam bacaan doa dan dzikir yang pernah dibaca oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Disunnahkan pula untuk membaca bacaan ruku ini secara bergantian dalam shalat (tidak melazimkan hanya satu macam bacaan).

1. 
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ
Dibaca: “Subhaana rabbiyal ‘azhim”
Artinya: Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung. (HR. Muslim no. 772).

2. 
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Dibaca: “Subhaana rabbiyal ‘azhim wabihamdih”
Artinya: “Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan maha terpuji.” (HR. Abu Daud no. 870).

3. 
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Dibaca: Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika Allahummaghfir-lii
Artinya: “Maha suci Engkau wahai Rabb kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku.” (HR. Bukhari no. 817 dan Muslim no. 484).


4.
سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

Dibaca: Subbuhun qudduusun, robbul malaa-ikati war ruuh
Artinya: “Mahasuci, Maha Qudus, Rabbnya para malaikat dan ruh -- yaitu Jibril.” (HR. Muslim no. 487).

5.
اَللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، خَشَعَ لَكَ سَمْعِيْ وَبَصَرِيْ وَمُخِّيْ وَعَظْمِيْ وَعَصَبِيْ وَمَا اسْتَقَلَّ بِهِ قَدَمِيْ

Dibaca: Allahumma laka raka’tu, wa bika aamantu, walaka aslamtu, khasya’a laka sam’ii wa basharii wa mukhkhii wa ‘azhmii wa ‘ashabii wa mas taqalla bihi qadamii.
Artinya: “Ya Allah, untukMu aku ruku’. KepadaMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri. Pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, sarafku dan apa yang berdiri di atas dua tapak kakiku, telah merunduk dengan khusyuk kepada-Mu.”(HR. Muslim 1/534 dan empat imam hadits, kecuali Ibnu Majah). 

6. 
سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوْتِ وَاْلمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

Dibaca: Subhana dziiljabaruut, wal malakuut, walkibriyaa’i, wal’azhomah.
Artinya: “Maha Suci (Allah) Yang memiliki Keperkasaan, Kerajaan, Kebesaran dan Keagungan.” (HR. Abu Dawud 1/230, An-Nasai dan Ahmad. Dan sanadnya hasan).

4. Doa ketika bangkit dari ruku’ yang shahih


Bacaan ketika bangkit dari sujud atau disebut i’tidal adalah:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Dibaca: “sami’allahu liman hamidah”.

Artinya: Allah mendengar pujian dari orang yang memuji-Nya

Hal ini bersumber dari hadits Anas bin Malik:

وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا ، وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ . فَقُولُوا رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

“Jika imam bangkit dari ruku’, maka bangkitlah. Jika ia mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah, ucapkanlah ‘robbana wa lakal hamdu (artinya: Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji)’.” (HR. Bukhari no. 689 dan Muslim no. 411)

Setelah membaca sami’allahu liman hamidah, ada beberapa pilihan bacaan berikutnya, semuanya shahih dan disunnahkan untuk membacanya bergantian dalam shalat.

1. Membaca:

اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Dibaca: Allahumma robbanaa lakal hamdu.

Artinya: Ya Allah, Ya Rabb kami, bagi-Mu segala puji. (HR. Muslim no. 404)

2. Atau membaca:
اللَّهُمّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Dibaca: Allahumma robbanaa wa lakal hamdu.

Artinya: Ya Allah, Ya Rabb kami, bagi-Mu segala puji. (HR. Bukhari no. 795)


3. Atau membaca:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Dibaca: Robbanaa lakal hamdu.

Artinya: Ya Rabb kami, bagi-Mu segala puji. (HR. Bukhari no. 722 dan Muslim no. 477)


4. Atau membaca:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Dibaca: Robbanaa wa lakal hamdu.

Artinya: Ya Rabb kami, bagi-Mu segala puji. (HR. Bukhari no. 689 dan Muslim no. 411).

5. Atau membaca:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Dibaca: “Robbana walakal hamdu, hamdan katsiron thoyyiban mubaarokan fiih

Artinya: Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah.” (HR. Bukhari no. 799)

6. Atau membaca:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

Dibaca: “Robbana wa lakal hamdu, hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fiih, mil-assamaa-i, wa mil-al ardhi, wa mil-a maa syi’ta min syai-in ba’du”.

Artinya: Ya Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu.

7. Atau membaca:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِىَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Dibaca: “Allahumma robbanaa lakal hamdu mil-assamawaati wa mil-al ardhi, wa mil-a maa syi’ta min syai-in ba’du, ahlats tsanaa-i wal majdi, laa maani’a limaa a’thoita, wa laa mu’thiya lima mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

Artinya: Ya Allah, Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu. Wahai Tuhan yang layak dipuji dan diagungkan. Tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan dan tidak ada pula yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, tidak bermanfaat kekayaan bagi orang yang memiliinya, hanyalah dari-Mu kekayaan itu)” (HR. Muslim no. 471).

8. Atau membaca:

لِرَبِّيَ الْحَمْدُ...... لِرَبِّيَ الْحَمْدُ

Dibaca: Li rabbiyal hamdu… Li rabbiyal hamdu…

Artinya: Untuk Robbku segala pujian…. Untuk Robbku segala pujian. (HR. Abu Daud, Nasai, dan dishahihkan Al-Albani).

Keterangan: Bacaan ini diulang-ulang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau shalat malam. Sehingga panjang i’tidal beliau hampir sama dengan berdiri saat membaca surat Al-Baqarah.
Bersambung.........

___________________

Thanks for reading Kumpulan Bacaan Shalat Lengkap Sesuai Sunnah

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

1 komentar:

  1. mohon sambungannya dong..☺

    ReplyDelete