Home » » Doa dari Hadits agar Terhindar dari Lilitan Hutang

Doa dari Hadits agar Terhindar dari Lilitan Hutang


Saudara muslim di mana pun berada, wabil khusus yang kini tengah berjuang menghadapi kesempitan hidup, jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah. Mintalah pertolongan-Nya, karena sesungguhnya Allah lah yang menggenggam perbendaharaan langit dan bumi.

Sambil terus berikhtiar dalam kebaikan, panjatkan doa dengan khusu' kepada-Nya. Bertaqwa dan bertawaqqal lah. Jalankan semua perintahnya, dan jauhi larangannya.

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

Berdoa dengan menggunakan lafaz doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam sudah barang tentu memiliki keutamaan.

Di antara doa yang pernah diajarkan oleh Rasulullah adalah doa kepada Allah subhanahu wata’ala, Rabb Yang maha kaya, Yang menggenggam perbendaharaan langit dan bumi, agar kita terhindar dari lilitan dan jeratan hutang.

Sesungguhnya berhutang adalah perkara yang dibolehkan dalam Islam. Karena dengan berhutang adakalanya bisa menjadi solusi bagi kesempitan dan kebutuhan hidup yang mendesak untuk ditunaikan. Tapi dalam berbagai hadits, perkara hutang ini termasuk yang paling dikhawatirkan oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam, sehingga kita diajarkan untuk berlindung kepada Allah dari jeratan dan keburukan-keburukannya.

Salah satu doa yang masyhur adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam kepada sahabat Abu Umamah radhiyallahu ’anhu. Doa ini diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu, dia menuturkan:

“Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ
الرِّجَالِ

Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353) 



Doa lainnya meminta perlindungan dari hutang adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الْعَدُوِّ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Allaahumma inniy a’uudzubika min ghalabatid daini, wa ghalabatil ‘aduwwi, wa syamaatahil a’daa’

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari tekanan hutang, genggaman musuh dan kegembiraan para musuh (atas derita kami)." (Sunan An-Nasaa’iy Ash-Shughraa no. 5475)

Kemudian, doa dari hadits yang diriwayatkan dari ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan doa sebagai berikut:

 اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

 Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan (rizki-Mu) yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu (hingga aku tidak bergantung) kepada selain-Mu." (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Ulasan Hikmah:

Banyak ulama yang berusaha menggali hikmah yang terkandung dari lafaz doa berlindung dari lilitan dan jeratan hutang.

Rasulullah menggabungkan doa berlindung dari lilitan hutang dengan doa-doa berlindung dari kebingungan dan sedih, dari sifat lemah dan malas, dari pengecut dan kikir, dan dari kesewenang-wenangan manusia.

Menunjukkan sesungguhnya semua itu seringkali berkorelasi dan masuk dalam lingkup sebab dan akibat dari pada hutang.


a. Bingung dan Sedih


Begitu buruknya perkara hutang, banyak orang menjadi bingung, sedih, stress, dan bahkan jadi frustasi dan gelap mata sampai melakukan hal-hal di luar nalar sehat hanya karena terjerat hutang.

b. Lemah dan Malas


Sementara di ujung yang lain, sifat lemah dan malas seringkali menjadi sebab awal seseorang menjadi terjerat hutang. Dan berlindung kepada Allah agar terhindar dari sifat lemah dan malas insyaAllah akan membuka jalan baginya untuk bisa melunasi hutangnya.

c. Pengecut dan Kikir


Akibat lilitan hutang juga bisa membuat orang jatuh pada sifat kikir dan pengecut. Dan seperti lingkaran syetan, akibat kikir juga kembali akan mempersempit dan mempersulit datangnya rizki dari Allah subhanahu wata’ala. (karena salah satu kunci rizki adalah memperbanyak sedekah).

d. Kesewenang-wenangan Manusia


Yang terakhir ini, bisa menjadi sebab dan juga akibat dari hutang. Banyak orang mendapat perlakuan sewenang-wenang dan zalim karena ia berhutang dan tidak mampu melunasinya. Sebalinya, kesewenang-wenangan dan kezaliman yang merajalela dalam suatu masyarakat juga bisa menimbulkan kemiskinan dan kesengsaraan yang meluas hingga banyak di antara manusia-manusia terjerat pada hutang.

Karena itulah, dalam doa ini Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam mengumpulkan semuanya dalam satu lafaz doa dan mengajarkan kita untuk memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wata'ala.
_____________________



Thanks for reading Doa dari Hadits agar Terhindar dari Lilitan Hutang

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment