Home » » Hadits tentang Bolehnya Menghajikan Orang yang Sudah Lemah atau Sudah Meninggal

Hadits tentang Bolehnya Menghajikan Orang yang Sudah Lemah atau Sudah Meninggal




Dua hadits berikut ini adalah tentang bolehnya seseorang menunaikan haji untuk dan atau atau atas nama orang lain. Semisal, seorang anak menunaikan haji untuk orang tua yang sudah lemah atau sudah meninggal dunia.


Hadits ini dimuat dalam Shahih Muslim dengan judul "Bab: Haji untuk orang yang sudah lemah atau untuk orang yang sudah meninggal".




Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya ia berkata, saya telah membacakan kepada Malik dari Ibnu Syihab dari Sulaiman bin Yasar dari Abdullah bin Abbas bahwa ia berkata; Fadl bin Abbas pernah membonceng di belakang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba-tiba seorang wanita dari Khats'am meminta fatwa kepada beliau. Fadll menengok kepada perempuan itu dan perempuan itu pun menengok Fadll. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memalingkan wajah Fadll ke arah lain. Perempuan itu berkata, "Wahai Rasulullah! Kewajiban untuk menunaikan haji terpikul atas bapakku yang sudah tua renta. Ia tidak lagi sanggup duduk di atas kendaraan. Bolehkah aku menggantikannya?" beliau menjawab: "Boleh." Dan hal itu terjadi pada saat haji wada'. (Shahih Muslim – Hadits No.2375)



Telah menceritakan kepadaku Ali bin Khasyram telah mengabarkan kepada kami Isa dari Ibnu Juraij dari Ibnu Syihab Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Yasar dari Ibnu Abbas dari Al Fadll bahwasanya; Seorang wanita dari Khats'am berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya bapakku adalah seorang yang sudah tua renta, ia masih memiliki kewajiban haji, sementara ia tidak mampu lagi menunggang di atas Untaranya." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Kalau begitu, hajikanlah ia." (Shahih Muslim – Hadits No.2376)
___________________

Thanks for reading Hadits tentang Bolehnya Menghajikan Orang yang Sudah Lemah atau Sudah Meninggal

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment