Home » » Hadits tentang Wajibnya Mentaati Pemimpin Selama Bukan dalam Kemaksiatan

Hadits tentang Wajibnya Mentaati Pemimpin Selama Bukan dalam Kemaksiatan


Hadits-hadits berikut ini adalah tentang wajibnya mentaati pemimpin dalam Islam selama bukan dalam kemaksiatan.

Rasulullah mengatakan, siapa yang mentaati pemimpin, maka sungguh ia telah mentaatiku. Dan siapa yang mentaatiku, maka ia telah mentaati Allah.

Begitu pula, siapa yang bermaksiat kepada pemimpin, maka ia telah bermaksiat kepada Rasul. Dan siapa yang bermaksiat kepada Rasulullah, maka ia telah bermaksiat kepada Allah.

Namun juga ditegaskan, bahwa ketaatan kepada pemimpin adalah dalam rangka kebajikan. Tidak ada ketaatan dalam hal kemaksiatan dan kemungkaran. Dan “kewajiban” taat menjadi gugur ketika pemimpin nyata-nyata melakukan kekufuran yang jelas kepada Allah subhanahu wata’ala.

Hadits-hadits ini dimuat dalam Shahih Muslim dengan judul “Bab: Wajibnya taat kepada pemimpin selama bukan dalam kemaksiatan.”


Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Harun bin Abdullah keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Muhahammad dia berkata; Ibnu Juraij berkata (Ayat): '(Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu ...) ' (Qs. An Nisaa': 59), turun berkenaan dengan Abdullah bin Hudzafah bin Qais bin 'Adiy As Sahmiy, ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutusnya dalam sebuah ekspedisi militer." Ya'la bin Muslim memberitahukan hadits ini kepadaku, dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas.” (Shahih Muslim - Hadits Nomor: 3416)




Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Al Mughirah bin Abdurrahman Al Hizami dari Abu Az Zannad dari Al A'raj dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:

"Barang siapa mentaatiku sungguh dia telah mentaati Allah, dan barangsiapa bermaksiat kepadaku maka dia telah bermaksiat kepada Allah. Barangsiapa metaati seorang pemimpin sungguh dia telah mentaatiku, dan siapa saja bermaksiat kepada seorang pemimpin maka dia telah bermaksiat kepadaku." 

Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Uyainah dari Abu Az Zinad dengan isnad ini, namun dia tidak menyebutkan, 'Barangsiapa bermaksiat kepada seorang pemimpin'." (Shahih Muslim - Hadits Nomor: 3417)


Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadanya, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:

"Barangsiapa mentaatiku sungguh dia telah mentaati Allah, barangsiapa bermaksiat kepadaku maka dia telah bermaksiat kepada Allah. Dan barangsiapa mentaati pemimpinku sungguh dia telah mentaatiku, barangsiapa bermaksiat kepada pemimpinku maka dia telah bermaksiat kepadaku." 

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Makki bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij dari Ziyad dari Ibnu Syihab bahwa Abu Salamah bin Abdurrahman telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia pernah mendengar Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda seperti hadits di atas." Dan telah menceritakan kepadaku Abu Kamil Al Jahdari telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Ya'la bin 'Atha' dari Abu 'Alqamah dia berkata, telah menceritakan kepadaku, dari mulutnya ke mulutku (secara lisan), dia berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam..." (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku 'Ubaidullah bin Mu'adz telah menceritakan kepada kami ayahku. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far dia berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Ya'la bin 'Atha bahwa dia pernah mendengar Abu 'Alqamah mendengar dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits mereka." Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' telah menceritakan kepada kami Abdur Razaq telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits mereka." Dan telah menceritakan kepadaku Abu At Thahir telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb dari Haiwah bahwa Abu Yunus budak Abu Hurairah, telah bercerita kepadanya, dia berkata; saya pernah mendengar Abu Hurairah berkata, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seperti itu. Beliau bersabda: 'Barangsiapa mentaati seorang pemimpin...', tidak mengatakan, 'Barangsiapa mentaati kepemimpinanku'. begitu juga dalam hadits riwayat Hammam dari Abu Hurairah." (Shahih Muslim - Hadits Nomor: 3418)
Dan telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Manshur dan Qutaibah bin Sa'id keduanya dari Ya'qub, Sa'id mengatakan; telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Abdurrahman dari Abu Hazim dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Wajib bagi kalian untuk mendengar dan taat baik dalam keadaan susah maupun senang, dalam perkara yang disukai dan dibenci dan biarpun merugikan kepentinganmu." (Shahih Muslim - Hadits Nomor: 3419).
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abdullah bin Barrad Al Asy'ari dan Abu Kuraib mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris dari Syu'bah dari Abu Imran dari Abdullah bin Shamit dari Abu Dzar dia berkata, "Sesungguhnya kekasihku (Rasulullah) berwasiat kepadaku untuk selalu mendengar dan taat walaupun terhadap budak yang pesek hidungnya." Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ishaq telah mengabarkan kepada kami An Nadlr bin Syumail mereka semua dari Syu'bah dari Abu 'Imran dengan isnad ini, dan dia menyebutkan dalam haditsnya, "Seorang budak Habsyi yang berhidung pesek." Dan telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu'adz telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu 'Imran dengan isnad ini, sebagaimana perkataan Ibnu Idris, yaitu, "Seorang budak yang berhidung pesek." (Shahih Muslim - Hadits Nomor: 3420)

Kepemimpinan yang Ditegakkan di Atas Kitabullah


 
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mutsanna telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Yahya bin Hushain dia berkata, saya mendengar nenekku menceritakan bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah ketika haji wada', beliau bersabda:

"Seandainya kalian dipimpin oleh seorang budak yang memimpinmu dengan kitabullah, maka dengarkanlah dan ta'atilah dia." 

Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Basyar telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far dan Abdurrahman bin Mahdi dari Syu'bah dengan isnad seperti ini, dan beliau bersabda: "Seorang budak Habsyi." Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki' bin Jarrah dari Syu'bah dengan isnad ini, namun dia tidak menyebutkan, "Seorang budak Habsyi yang berhidung pesek." Dan telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Syu'bah dengan sanad ini, namun tidak menyebutkan: "...Orang Habsyi yang berhidung pesek." dia menambahkan, bahwa neneknya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika di Mina atau di 'Arafah.” (Shahih Muslim - Hadits Nomor: 3421)

 
Dan telah menceritakan kepadaku Salamah bin Syabib telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin A'yan yta Ma'qil dari Zaid bin Abi Unaisah dari Yahya bin Hushain dari neneknya Ummu Al Hushain dia (Yahya bin Hushain) berkata, "Saya mendengarnya (nenek) berkata, "Saya pernah melaksanakan haji Wada' bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Ummu Hushain berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwasiat dengan wasiat yang banyak sekali, kemudian saya mendengar beliau bersabda: "Seandainya kalian dipimpin oleh seorang hamba (budak) yang pesek -- namun saya mengira dia (nenek) berkata; hitam -- dengan kitabullah, maka dengarkan dan taatilah dia." (Shahih Muslim - Hadits Nomor: 3422) 

Tidak Ada Ketaatan dalam Kemaksiatan kepada Allah


Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Laits dari 'Ubaidullah dari Nafi' dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: 

"Wajib setiap orang untuk mendengar dan taat, baik terhadap sesuatu yang dia suka atau benci, kecuali jika dia diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban baginya untuk mendengar dan taat." 

Dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Muhammad bin Al Mutsanna keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya -- yaitu Al Qatthan --. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami ayahku keduanya dari 'Ubaidullah dengan isnad seperti ini." (Shahih Muslim - Hadits Nomor: 3423)


Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basyar sedangkan lafadznya dari Ibnu Mutsanna, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Zubaid dari Sa'd bin 'Ubaidah dari Abu Abdurrahman dari Ali, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengirim suatu pasukan dan mengangkat seorang laki-laki menjadi komandannya. Kemudian ia menyalakan api (unggun) seraya berkata, "Masuklah kalian ke dalam api tersebut." Maka sebagian anak buahnya hendak masuk ke dalam api tersebut, sedangkan sebagian anak buahnya yang lain mengatakan, "Kita harus menjauhi api tersebut." Kemudian peristiwa tersebut dilaporkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lantas beliau bersabda kepada orang-orang yang hendak melompat ke dalam api tersebut: "Sekiranya kalian masuk ke dalam api tersebut, maka kalian akan senantiasa di dalamnya hingga hari Kiamat." Kemudian beliau berkata pula kepada yang lain dengan lemah lembut, sabdanya:

"Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah, hanyasanya ketaatan itu di dalam kebajikan." (Shahih Muslim - Hadits Nomor: 3424)


Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair dan Zuhair bin Harb dan Abu Sa'id Al Asyaj sedangkan lafadznya saling berdekatan, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Sa'd bin ‘Ubaidah dari Abu Abdurrahman dari 'Ali dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengutus suatu ekspedisi dan mengangkat seorang laki-laki dari Anshar sebagai pemimpinnya, mereka diperintahkan untuk taat dan mendengar kepadanya, suatu ketikan pemimpinnya marah terhadap anak buahnya karena suatu perkara, dia berkata, "Kumpulkanlah kayu bakar." Setelah kayu bakar terkumpul dia berkata, "Bukankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memerintahkan kepada kalian untuk mendengarkanku dan mentaatiku?" mereka menjawab, "Ya." Dia berkata, "Oleh karena itu, masuklah kalian ke dalam api tersebut." Ali berkata, "Lalu sebagian yang lain saling memandang kepada yang lainnya, sambil berkata, "Kita harus lari kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari api tersebut." Anak buahnya masih saja (dalam kebimbangan) seperti itu, hingga kemarahannya mereda dan api dimatikan. Ketika mereka kembali, mereka memberitahukan peristiwa itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau bersabda: "Sekiranya kalian masuk ke dalamnya, niscaya kalian tidak akan dapat keluar dari api tersebut, ketaatan itu hanya dalam kebajikan." Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki' dan Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dengan isnad seperti ini.” (Shahih Muslim - Hadits Nomor: 3425)

Taat dalam Suka Maupun Tidak Suka, Menguntungkan Maupun Tidak 



Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Idris dari Yahya bin Sa'id dan Ubaidullah bin Umar dari 'Ubadah bin Walid bin 'Ubadah dari ayahnya dari kakeknya dia berkata,

"Kami pernah membaiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk taat dan mendengar baik dalam keadaan lapang atau sempit, dalam keadaan semangat atau terpaksa dan lebih mementingkan kepentingannya dari pada diri sendiri, tidak menentang pemerintahan yang berwenang dan untuk mengatakan kebenaran di mana saja kami berada, serta tidak takut (dalam menegakkan kalimat) Allah terhadap celaan orang-orang yang mencela." 

Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Abdullah -- yaitu Ibnu Idris -- telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Ajlan dan 'Ubaidullah bin Umar dan Yahya bin Sa'id dari 'Ubadah bin Walid dengan isnad seperti ini." Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz -- yaitu Ad Darawardi -- dari Yazid yaitu -- Ibnu Abdul Hadi -- dari 'Ubadah bin Walid bin 'Ubadah bin Shamit dari ayahnya telah menceritakan kepadaku ayahku dia berkata, "Kami pernah berbai'at kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seperti haditsnya Ibnu Idris." (Shahih Muslim - Hadits Nomor: 3426)


Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdurrahman bin Wahb bin Muslim telah menceritakan kepada kami pamanku Abdullah bin Wahb telah menceritakan kepada kami Amru bin Al Harits telah menceritakan kepadaku Bukair dari Busr bin Sa'id dari Junadah bin Abu Umayyah dia berkata, "Kami pernah menjenguk 'Ubadah bin Shamit yang sedang sakit, kami lalu berkata, "Semoga Allah memperbaiki keadaanmu, ceritakanlah kepadaku suatu hadits yang kamu dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Dia menjawab,

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memanggil kami, lantas kami membai'at beliau. Dan di antara yang kami ambil janji adalah, berbai'at untuk selalu taat dan mendengar baik dalam keadaan lapang atau terpaksa, mementingkan kepentingannya dari pada kepentingan diri sendiri, dan tidak memberontak pemerintahan yang berwenang." Beliau bersabda: "Kecuali jika kalian melihat ia telah melakukan kekufuran yang jelas, dan kalian memiliki hujjah di sisi Allah." (Shahih Muslim - Hadits Nomor: 3427)



_______________________
 
Thanks for reading Hadits tentang Wajibnya Mentaati Pemimpin Selama Bukan dalam Kemaksiatan

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment

loading...