Home » » Hadits tentang Doa Berlindung dari Sifat Pengecut, Pikun, dan Malas

Hadits tentang Doa Berlindung dari Sifat Pengecut, Pikun, dan Malas



Hadits berikut ini adalah tentang doa-doa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang biasa dibaca pada akhir shalat.

Hadits ini dimuat dalam Shahih Bukhari dengan judul, “Bab: Berlindung dari sikap pengecut.”

Telah bercerita kepada kami Musa bin Isma'il telah bercerita kepada kami Abu 'Awanah telah bercerita kepada kami 'Abdul Malik bin 'Umair aku mendengar 'Amru bin Maimun Al Audiy berkata; adalah Sa'ad biasa mengajarkan anak-anaknya kalimat-kalimat (bacaan do'a) sebagaimana seorang guru mengajarkan anak-anak kecil menulis dan berkata; "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berlindung dengan membaca kalimat-kalimat tersebut pada akhir shalat (yaitu):


"ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL JUBNI WA A'UUDZU BIKA AN URADDA ILAA ARDZALIL 'UMURI WA A'UDZU BIKA MIN FITNATID DUNYA WA A'UUDZU BIKA MIN 'ADZAABIL QOBRI"





"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada serendah-rendahnya usia (pikun), dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa qubur") Lalu aku ceritakan hal ini kepada Mush'ab dan dia membenarkannya. (Shahih Bukhari – Hadits No.2610)



Telah bercerita kepada kami Musaddad telah bercerita kepada kami Mu'tamir berkata aku mendengar bapakku berkata aku mendengar Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa berdo'a:


"ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL 'AJZI WAL KASALI WAL JUBNI WAL HAROMI WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT WA A'UUDZU BIKA MIN 'ADZAABIL QOBRI"


“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sikap lemah, malas, pengecut dan kepikunan dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa qubur". (Shahih Bukhari – Hadits No.2611)
________________________

Thanks for reading Hadits tentang Doa Berlindung dari Sifat Pengecut, Pikun, dan Malas

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment

loading...