Home » » Daftar Isi Kitab Wudlu’: Tuntunan Penelusuran dan Pencarian Hadits Shahih Bukhari

Daftar Isi Kitab Wudlu’: Tuntunan Penelusuran dan Pencarian Hadits Shahih Bukhari



Salah satu kesulitan para pembalajar hadits dan kaum muslimin dalam mempelajari hadits-hadits Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam adalah dikarenakan tebalnya kitab-kitab hadits yang terdiri hingga ribuan bab dan ribuan halaman.

Upaya pencarian hadits semakin sulit karena banyak kitab hadits versi download tidak dilengkapi dengan daftar isi yang diperlukan sebagai tuntunan penelusuran dan pencarian hadits.

Alhasil, ribuan lembar kitab hadits yang didownload hanya menjadi ‘pajangan’ dalam deretan file-file dokumentasi di dalam komputer.

Tulisan “Daftar Isi Kitab Wudlu’” ini adalah bagian dari upaya menghadirkan daftar isi kitab-kitab yang terdapat dalam Shahih Bukhari. Sebagai tuntunan dalam melakukan penelusuran dan pencarian hadits-hadits bagi yang memerlukan. InsyaAllah kami juga akan menghadirkan daftar isi kitab-kitab lainnya dalam tulisan terpisah.

“Kitab: Wudlu’” adalah salah satu kitab yang dimuat dalam Shahih Bukhari Jilid-I. Kitab ini berisi 75 Bab dan 108 nomor hadits. Dimulai dari halaman 72 sampai dengan halaman 114. Setiap bab berisi satu atau beberapa nomor hadits tentang satu sub-tema pembahasan mengenai “Wudlu’.”

Daftar isi ini diharapkan dapat melengkapi tulisan sebelumnya : Download Kitab Hadits Shahih Bukhori Teks Arab Terjemahan Indonesia Format PDF. Dan dapat memudahkan setiap pembelajar dan kaum muslimin dalam melakukan pencarian hadits-hadits yang diperlukan.

Sistimatika daftar isi ini dibuat dengan susunan: Bab: Sub Thema (nomor jilid/nomor hadits/nomor halaman). Contoh: Bab: Shalat tidak diterima tanpa wudlu (I/no.132/hal.72). Artinya, Bab yang membahas tentang “Shalat tidak diterima tanpa wudlu” dimuat dalam Jilid I Shahih Bukhari hadits nomor 132 halaman 72.

Semoga Allah subhanahu wata'ala senantiasa memudahkan kita dalam mempelajari hadits-hadits Baginda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam.


  • Bab: Shalat tidak diterima tanpa wudlu (I/no.132/hal.72)
  • Bab: Keutamaan wudlu' dan cahaya di wajah karena wudlu' (I/no.133/hal.72)
  • Bab: Keraguan apakah masih punya wudlu' (I/no.134/hal.72)
  • Bab: Ringan (hemat) dalam berwudlu' (I/no.135/hal.73)
  • Bab: Menyempurnakan wudlu' (I/no.136/hal.74)
  • Bab: Membasuh muka dengan kedua belah tangan dari satu cidukan (I/no.137/hal.74)
  • Bab: Membaca basmalah dalam segala kegiatan termasuk berhubungan dengan istri (I/no.138/hal.75)
  • Bab: Bacaan do'a memasuki kamar kecil (WC) (I/no.139/hal.75)
  • Bab: Menyiapkan air di tempat buang hajat. (I/no.140/hal.76)
  • Bab: Tidak menghadap qiblat ketika buang air besar atau kecil kecuali di dalam bangunan atau di balik dinding (I/no.141/76)
  • Bab: Orang yang buang hajat besar di atas dua batu (I/no.142/hal.76)
  • Bab: Keluarnya wanita ke tempat buang hajat (I/no.143/hal.77)
  • Bab: Buang hajat besar di rumah (I/no.144-145/hal.78)
  • Bab: Istinja' (cebok) dengan air (I/no.146/hal.78)
  • Bab: Membawakan air untuk orang yang bersuci (I/no.147/hal.78)
  • Bab: Membawa tongkat beserta air untuk beristinja' (I/no.148/hal.79)
  • Bab: Larangan beristinja' menggunakan tangan kanan (I/no.149/hal.79)
  • Bab: Tidak memegang kemaluan dengan tangan kanan ketika kencing (I/no.150/hal.79)
  • Bab: Beristinja' menggunakan batu (I/no.151/hal.80)
  • Bab: Larangan beristinja' menggunakan kotoran binatang (I/no.152/hal.80)
  • Bab: Berwudlu' (membasuh anggota wudlu') satu kali satu kali (I/no.153/hal.81)
  • Bab: Berwudlu' (membasuh anggota wudlu') dua kali dua kali (I/no.154/hal.81)
  • Bab: Berwudlu' (membasuh anggota wudlu') tiga kali tiga kali (I/no.155/hal.81)
  • Bab: al-Istintsar (mengeluarkan air yang dimasukkan kedalam hidung) dalam berwudlu' (I/no.156/hal.82)
  • Bab: Bersuci menggunakan batu dengan jumlah ganjil (I/no.157/hal.82)
  • Bab: Membasuh kedua kaki dan bukan mengusap kedua telapak kaki (I/no.158/hal.83)
  • Bab: al-Madlmadlah (berkumur-kumur) dalam berwudlu' (I/no.159/hal.83)
  • Bab: Membasuh tumit (I/no.160/hal.84)
  • Bab: Membasuh kaki yang menggunakan sandal bukan mengusap (sandal) nya(I/no.161/hal.84)
  • Bab: Mendahulukan yang kanan dalam berwudlu' (I/no.162-163/hal.85)
  • Bab: Berwudlu' ketika datang waktu shalat (I/no.164/hal.85)
  • Bab: Berwudlu' dengan air yang digunakan untuk membasuh rambut (I/no.165-169/hal.86)
  • Bab: Mereka yang berpendapat bahwa wudlu' tidak batal selain dari apa yang keluar dari dua jalan, melalui qubul (kemaluan) atau dubur (I/no.171-174/hal.87)
  • Bab: Seseorang mewudlu'kan temannya (I/no.175-176/hal.89)
  • Bab: Membaca al-Qur'an setelah berhadats atau yang lainnya (I/no.177/hal.90)
  • Bab: Orang yang tidur tidak perlu berwudlu' lagi kecuali tidur yang berat (lama) (I/no.178/hal.90)
  • Bab: Mengusap seluruh kepala (I/no.179/hal.91)
  • Bab: Mengusap kedua kaki hingga kedua mata kaki (I/no.180/hal.92)
  • Bab: Menggunakan sisa air wudlu' orang lain (I/no.181-183/hal.92)
  • Bab:Berkumur dan memasukkan air ke hidung dengan air satu cidukan (I/no.184/hal.94)
  • Bab: Mengusap kepala satu kali saja (I/no.185/hal.94)
  • Bab: Seorang suami yang berwudlu' bersama istrinya dan sisa air wudlu' wanita (I/no.186/hal.95)
  • Bab: Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam menuangkan sisa air wudlu'nya kepada orang yang pingsan (I/no.187/hal.95)
  • Bab: Mandi dan wudlu' menggunakan air dalam bejana yang terbuat dari gelas, kayu atau batu. (I/no.188-191/hal.95)
  • Bab: Wudlu' dengan air dalam bejana kecil (I/no.192-193/hal.97)
  • Bab: Wudlu' dengan air sebanyak satu mud (I/no.194/hal.98)
  • Bab: Mengusap khuff (sepatu yang menutupi mata kaki) (I/no.195-198/hal.98)
  • Bab: Sesorang memasukkan kakinya ke dalam khuff dalam keadaan suci (I/no.199/hal.99)
  • Bab: Tidak perlu berwudlu' lagi seseorang yang memakan daging domba atau tepung sawiq (I/no.200-201/hal.100)
  • Bab: Orang yang cukup berkumur setelah makan sawiq dan tidak perlu berwudlu' (I/no.202-203/hal.100)
  • Bab: Apakah perlu berkumur-kumur setelah meminum susu? (I/no.204/hal.101)
  • Bab: Wudlu' karena ngantuk (saat shalat) (I/no.205-206/hal.101)
  • Bab: Berwudlu' bukan karena berhadats (I/no.207-208/hal.102)
  • Bab: Termasuk dosa besar bila kencing namun tidak menjaga kesucian dari percikannya. (I/no.209/hal.103)
  • Bab: Membersihkan kencing (I/no.210-211/hal.103)
  • Bab: Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam dan para shahabat membiarkan seorang Badui yang kencing di dalam masjid. (I/no.212/hal.104)
  • Bab: Menyiramkan air ke atas (sisa) air kencing di dalam masjid (I/no.213-214/hal.104)
  • Bab: Kencing bayi (I/no.215-216/hal.105)
  • Bab: Kencing sambil berdiri atau duduk (I/no.217/hal.106)
  • Bab: Kencing di samping teman atau berlindung di balik dinding (I/no.218/hal.106)
  • Bab: Kencing di tempat pembuangan sampah umum (I/no.219/hal.106)
  • Bab: Mencuci darah (I/no.220-221/hal.107)
  • Bab: Mencuci air mani dan mengeriknya dan mencuci yang terkena sesuatu dari Wanita (I/no.222-223/hal.107)
  • Bab: Jika mandi janabah atau sejenisnya sedangkan bekasnya tidak hilang (I/no.224-225/hal.108)
  • Bab: Kencing unta, binatang ternak dan kambing serta kandangnya. (I/no.226-227/hal.109)
  • Bab: Najis yang jatuh ke dalam minyak samin atau air (I/no.228-230/hal.109)
  • Bab: Kencing pada air yang tergenang (I/no.231-232/hal.110)
  • Bab: Apabila diletakkan kotoran ke atas punggung orang yang sedang shalat maka shalatnya tidak batal (I/no.233/hal.111)
  • Bab: Ludah, ingus dan yang sejenisnya bila mengenai pakaian (I/no.234/hal.112)
  • Bab: Larangan berwudlu' menggunakan air perasan anggur atau sesuatu yang dapat memabukkan (I/no.235/hal.112)
  • Bab: Seorang wanita mencuci darah yang ada pada wajah ayahnya (I/no.236/hal.112)
  • Bab: Siwak (I/no.237-238/hal.113)
  • Bab: Keutamaan orang yang tidur dalam keadaan punya wudlu' (I/no.239/hal.113)
________________________

    Thanks for reading Daftar Isi Kitab Wudlu’: Tuntunan Penelusuran dan Pencarian Hadits Shahih Bukhari

    « Previous
    « Prev Post
    Next »
    Next Post »

    0 komentar:

    Post a Comment