Home » » Daftar Isi Kitab Shalat: Tuntunan Penelusuran dan Pencarian Hadits Shahih Bukhari

Daftar Isi Kitab Shalat: Tuntunan Penelusuran dan Pencarian Hadits Shahih Bukhari


Tulisan “Daftar Isi Kitab Shalat” ini adalah bagian dari upaya menghadirkan daftar isi kitab-kitab yang terdapat dalam Shahih Bukhari. Sebagai tuntunan dalam melakukan penelusuran dan pencarian hadits-hadits bagi yang memerlukan.

“Kitab: Shalat” adalah salah satu kitab yang dimuat dalam Shahih Bukhari Jilid-I. Kitab ini berisi 105 Bab dan 155 nomor hadits. Dimulai dari halaman 157 sampai dengan halaman 223. Setiap bab berisi satu atau beberapa nomor hadits tentang satu sub-tema pembahasan mengenai “Shalat.”

Daftar isi ini diharapkan dapat melengkapi tulisan sebelumnya : Download Kitab Hadits Shahih Bukhori Teks Arab Terjemahan Indonesia Format PDF. Dan dapat memudahkan setiap pembelajar dan kaum muslimin dalam melakukan pencarian hadits-hadits yang diperlukan.

Sistimatika daftar isi dibuat dengan susunan: Bab: Sub Thema (nomor jilid/nomor hadits/nomor halaman). Contoh: Bab: Jika seorang dari kalian memasuki masjid hendaklah shalat dua rakaat sebelum dia duduk (425/194). Artinya, hadits yang memerintahkan “Jika seorang dari kalian memasuki masjid hendaklah shalat dua rakaat sebelum dia duduk,” dimuat dalam Jilid I Shahih Bukhari hadits nomor 425 halaman 194.


Berikut ini daftar isi “Kitab: Shalat” Shahih Bukhari selengkapnya:



  • Bab: Bagaimana shalat diwajibkan pada malam Isra' (I/no.336-337/hal.157)
  • Bab: Wajibnya melaksanakan shalat dengan menggunakan pakaian (I/no.338/hal.159)
  • Bab: Mengikatkan pakaian di tengkuk ketika shalat (I/no.339-340/hal.160)
  • Bab: Shalat dengan menggunakan sehelai pakaian (I/no.341-345/hal.160)
  • Bab: Jika shalat menggunakan sehelai pakaian hendaklah mengikatkannya ke pundaknya (I/no.346-347/hal.162)
  • Bab: Apabila pakaian yang dikenakan untuk shalat sempit (I/no.348-349/hal.162)
  • Bab: Shalat dengan menggunakan jubah buatan negeri Syam (I/no.350/hal.163)
  • Bab: Tidak disukainya badan terbuka (selain penutup aurat) ketika shalat dan juga di luar shalat (I/no.351/hal.164)
  • Bab: Shalat dengan menggunakan kemeja, celana panjang, celana dalam, dan selendang (I/no.352-353/hal.164)
  • Bab: Sesuatu yang digunakan untuk menutup aurat (I/no.354-356/hal.165)
  • Bab: Shalat tanpa meggunakan rida' (selendang yang lebar) (I/no.357/hal.166)
  • Bab: Masalah berkenaan paha (apakah termasuk aurat?) (I/no.358/hal.167)
  • Bab: Dalam berapa lembar pakaian seharusnya wanita melaksanakan shalat? (I/no.359/hal.168)
  • Bab: Jika seseorang shalat dengan pakaian yang ada gambanya lalu dia memperhatikan gambar tersebut (I/no.360/hal.168)
  • Bab: Jika seseorang shalat dengan pakaian yang ada salibnya atau gambar, apakah dapat merusak shalatnya? Apa yang terlarang berkaitan masalah ini? (I/no.361/hal.169)
  • Bab: Shalat mengenakan baju luar yang terbuat dari sutera lalu menanggalkannya (I/no.362/hal.169)
  • Bab: Shalat mengenakan baju berwarna merah (I/no.363/hal.169)
  • Bab: Shalat di atap, di atas mimbar dan atau di atas kayu (I/no.364-365/hal.170)
  • Bab: Jika orang yang shalat ketika sujud pakaiannya menyentuh istrinya (I/no.366/hal.171)
  • Bab: Shalat di atas tikar (I/no.367/hal.172)
  • Bab: Shalat di atas al-khumrah (alas kecil khusus untuk tempat sujud) (I/no.368/hal.172)
  • Bab: Shalat di atas alas tidur (kasur) (I/no.369-371/hal.172)
  • Bab: Sujud di atas kain dalam cuaca sangat panas (I/no.372/hal.173)
  • Bab: Shalat dengan memakai sandal (I/no.373/hal.173)
  • Bab: Shalat dengan memakai khuff (sepatu yang menutupi maka kaki) (I/no.374-375/hal.174)
  • Bab: Shalat bila tidak menyempurnakan sujud (I/no.376/hal.174)
  • Bab: Menampakkan ketiak dan merenggangkan lengan saat sujud (I/no.377/hal.175)
  • Bab: Keutamaan menghadap qiblat dengan menghadapkan jari jemari kedua kaki (I/no.378-379/hal.175)
  • Bab: Arah qiblat bagi penduduk Madinah, Syam dan penduduk Timur ( dari Ka'bah) (I/no.380/hal.176)
  • Bab: Firman Allah "Dan jadikanlah sebagian dari maqam Ibrahim sebagai tempat shalat" (I/no.381-383/hal.176)
  • Bab: Menghadap qiblat bagaimanapun keadaannya (I/no.384-386/hal.178)
  • Bab: Masalah qiblat dan mereka yang memandang tidak perlu mengulang shalat bagi siapa yang telah shalat namun keliru arah qiblatnya (I/no.387-389/hal.179)
  • Bab: Mengerik dahak yang ada di masjid dengan tangan (I/no.390-392/hal.180)
  • Bab: Mengerik dahak yang ada di masjid dengan kerikil (I/no.393/hal.181)
  • Bab: Tidak boleh meludah ke arah kanan ketika shalat (I/no.394-395/hal.182)
  • Bab: Hendaklah membuang dahak ke sebeleh kiri atau di bawah kaki kiri ketika Shalat (I/no.396-397/hal.182)
  • Bab: Kafarat (tebusan) akibat membuang dahak di dalam masjid (I/no.398/hal.183)
  • Bab: Menutupi (mengubur) dahak di masjid (I/no.399/hal.183)
  • Bab: Jika terpaksa meludah hendaklah meludahnya dengan mengunakan ujung pakaiannya (I/no.400/hal.184)
  • Bab: Nasehat imam kepada para ma'mum tentang menyempurnakan shalat dan mengingatkan qiblat (I/no.401-402/hal.184)
  • Bab: Bolehkah menamakan masjid dengan Masjid Suku anu? (I/no.403/hal.185)
  • Bab: Orang yang mengundang makan di masjid dan orang yang memenuhi undangan tersebut (I/no.404/hal.185)
  • Bab: Memutuskan perkara-perkara dan li'an (sumpah dan saling melaknat) antara suami dan istri di masjid (I/no.405/hal.185)
  • Bab: Jika seseorang memasuki suatu rumah apakah ia boleh shalat dimana saja dia mau atau dimana diperintahkan tanpa menyelidiki terlebih dahulu? (I/no.406/hal.186)
  • Bab: Masjid-masjid yang ada di rumah-rumah (I/no.407/hal.186)
  • Bab: Mendahului kaki kanan ketika memasuki masjid dan lainnya (I/no.408/hal.187)
  • Bab: Bolehkan membongkar kuburan orang musyrik jahiliyyah lalu membangun masjid di atasnya? (I/no.409-410/hal.188)
  • Bab: Shalat di kandang kambing (I/no.411/hal.189)
  • Bab: Shalat di kandang unta (I/no.412/hal.189)
  • Bab: Orang yang melakukan shalat di hadapan tungku atau api atau sesuatu yang biasa disembah orang sedangkan dia melaksanakan shalat karena Allah Ta'ala (I/no.413/hal.189)
  • Bab: Dibencinya shalat di kuburan (I/no.414/hal.190)
  • Bab: Shalat di tempat reruntuhan atau tempat yang pernah terkena siksa (I/no.415/hal.190)
  • Bab: Shalat di dalam gereja (atau tempat ibadah orangYahudi dan Nashrani) (I/no.416-418/hal.190)
  • Bab: Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam: "Dan bumi telah dijadikan untukku sebagai tempat sujud dan tempat bersuci" (I/no.419/hal.191)
  • Bab: Tidurnya seorang wanita di dalam masjid (I/no.420/hal.192)
  • Bab: Tidurnya seorang laki-laki di dalam masjid (I/no.421-423/hal.193)
  • Bab: Shalat sekembalinya dari bepergian (I/no.424/hal.194)
  • Bab: Jika seorang dari kalian memasuki masjid hendaklah shalat dua rakaat sebelum dia duduk (I/no.425/hal.194)
  • Bab: Berhadats di dalam masjid (I/no.426/hal.194)
  • Bab: Membagun masjid (I/no.427/hal.195)
  • Bab: Tolong menolong dalam membangun masjid (I/no.428/hal.195)
  • Bab: Meminta bantuan tukang kayu dan tukang bangunan dalam membuat mimbar dan mendirikan masjid (I/no.429-430/hal.196)
  • Bab: Balasan pahala orang yang membangun masjid (I/no.431/hal.196)
  • Bab: Memegangi mata panah ketika memasuki masjid (I/no.432/hal.197)
  • Bab: Berjalan melewati masjid (I/no.433/hal.197)
  • Bab: Membaca sya'ir di dalam masjid (I/no.434/hal.197)
  • Bab: Bermain tombak di dalam masjid (I/no.435/hal.198)
  • Bab: Membicarakan perdagangan dan jual beli di atas mimbar di dalam masjid (I/no.436/hal.198)
  • Bab: Menagih hutang dan meminta kepastian pelunasan di dalam masjid (I/no.437/hal.199)
  • Bab: Petugas kebersihan masjid dan membuang kotoran dari masjid (I/no.438/hal.199)
  • Bab: Haramnya memperdagangkan khamer di dalam masjid (sebelum turun ayat pengharaman meminumnya) (I/no.439/hal.200)
  • Bab: Pelayan masjid (I/no.440/hal.200)
  • Bab: Para tawanan dan orang yang bermaksiat diikat di masjid (I/no.441/hal.200)
  • Bab: Mandi bagi orang yang baru masuk Islam dan mengikat tawanan di masjid (I/no.442/hal.201)
  • Bab: Kemah di dalam masjid bagi orang yang sakit dan selain mereka (I/no.443/hal.201)
  • Bab: Memasukkan unta ke dalam masjid karena suatu alasan (I/no.444-445/hal.202)
  • Bab: Pintu dan jalan untuk berlalu lalang di masjid (I/no.446-447/hal.202)
  • Bab: Pintu-pintu dan kunci untuk Ka'bah atau masjid (I/no.448/hal.203)
  • Bab: Masuknya orang musyrik ke dalam masjid (I/no.449/hal.204)
  • Bab: Mengeraskan suara di masjid (I/no.450-451/hal.204)
  • Bab: Membuat halaqah (majelis) dan duduk-duduk di masjid (I/no.452-454/hal.205)
  • Bab: Terlentang dan meluruskan kaki di masjid (I/no.455/hal.207)
  • Bab: Masjid yang terletak di jalan hendaklah tidak mengganggu orang (I/no.456/hal.207)
  • Bab: Shalat di masjid pasar (I/no.457/hal.207)
  • Bab: Menyilangkan jari-jari tangan di masjid dan lainnya (I/no.458-460/hal.208)
  • Bab: Masjid-masjid yang terletak di jalan kota Madinah dan tempat-tempat dimana Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam pernah shalat di dalamnya (I/no.461-462/hal.210)
  • Bab: Sutrah (pembatas) tempat shalat (I/no.463-465/hal.213)
  • Bab: Sutrah bagi imam juga sebagai sutrah bagi orang yang shalat di belakangnya (I/no.466-467/hal.214)
  • Bab: Shalat menghadap tombak kecil (I/no.468/hal.214)
  • Bab: Shalat menghadap tongkat (I/no.469-470/hal.215)
  • Bab: Sutrah ketika shalat di Makkah dan tempat lain (I/no.471/hal.215)
  • Bab: Shalat di hadapan tiang (I/no.472-473/hal.216)
  • Bab: Shalat di antara dua tiang dengan tidak berjama'ah (I/no.474-476/hal.216)
  • Bab: Shalat di hadapan hewan tunggangan, unta, pohon ataupun pelana (I/no.477/hal.217)
  • Bab: Shalat di hadapan tempat tidur (I/no.478/hal.218)
  • Bab: Orang yang sedang shalat mencegah orang yang lewat di depannya (I/no.479/hal.218)
  • Bab: Dosa orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat (I/no.480/hal.219)
  • Bab: Orang yang shalat menghadap orang yang juga sedang shalat (I/no.481/hal.219)
  • Bab: Shalat di belakang orang yang sedang tidur (I/no.482/hal.220)
  • Bab: Shalat sunnah di belakang seorang wanita (I/no.483/hal.220)
  • Bab: Pendapat yang menyatakan bahwa shalat tidak dapat diputus oleh suatu apapun (I/no.484-485/hal.220)
  • Bab: Memanggul anak kecil di pundak ketika sedang shalat (I/no.486/hal.221)
  • Bab: Shalat menghadap tempat tidur yang ditempati wanita yang sedang haid (I/no.487-488/hal.222)
  • Bab: Apakah boleh seseorang yang sedang shalat menepuk istrinya yang tidur melintang di hadapannya agar dapat sujud dengan sempurna (I/no.489/hal.222) 
  • Bab: Wanita menghilangkan kotoran dari orang yang sedang shalat (I/no.490/hal.223)
________________________

Thanks for reading Daftar Isi Kitab Shalat: Tuntunan Penelusuran dan Pencarian Hadits Shahih Bukhari

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment

loading...