Home » , » Adab Berdoa: Bagaimana Supaya Doa Dikabulkan?

Adab Berdoa: Bagaimana Supaya Doa Dikabulkan?


Diantara adab berdoa dan beberapa faktor penyebab dikabulkannya doa adalah sebagai berikut:

1.   Ikhlas karena Allah Subhanahu wata'ala semata. (QS.Al-Mu'min:14), (QS.Al-Bayyinah:5).
2.   Mengawalinya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu diikuti dengan bacaan shalawat atas  Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam dan diakhiri dengan hal yang sama.
3.   Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan doa, serta yakin akan dikabulkan.
4.   Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdoa dan tidak terburu buru.

5.   Menghadirkan hati dalam doa.
6.   Memanjatkan doa baik dalam keadaan lapang maupun susah.
7.   Tidak boleh berdoa dan memohon sesuatu kecuali hanya kepada Allah Subhanahu wata'ala  semata.
8.   Tidak mendoakan keburukan kepada keluarga, harta, anak dan diri sendiri
9.   Merendahkan suara ketika berdoa, yaitu antara samar dan keras. (QS.Al-A'raaf: 55,205).


Keterangan : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassallam melarang berdoa dengan suara keras. Ketika beliau shallallaahu ‘alaihi wassallam mendengar para Sahabatnya berdoa dengan suara keras beliau shallallaahu ‘alaihi wassallam bersabda: "Kasihanilah diri kalian karena kalian tidak berdoa kepada Rabb yang tuli dan jauh, tetapi kalian berdoa kepada Rabb Yang Mahamendengar dan Mahadekat." (Hadist shahih riwayat al-Bukhari no.6384, Fathul Baari XI/187-188, Muslim no.2704).
     Merendahkan suara dalam berdzikir sangat banyak manfaatnya, diantaranya : menunjukkan kepada keikhlasan, lebih mulia dalam beradab dan mengagungkan Allah, lebih khusyuk yang merupakan ruh doa, menunjukkan bahwa kita dekat kepada Allah, dan lain lain. liat Bada-i'ul Fawaa-id hal. 379-380 oleh Ibnul Qayyim, Majmuu' Fataawa- Syaikhul Islam XV/15-20, ad-Du'aa'-Muhammad bin Ibrahim al-Hamd hal.47-49. 

10. Mengakui dosa yang telah diperbuat, lalu memohon ampunan atasnya, serta mengakui nikmat yang Allah telah diterima dan bersyukur kepada Alllah atas nikmat tersebut.
11. Tidak membebani diri dalam membuat sajak dalam berdoa.
12. Tadharru' (merendahkan diri), khusyuk,raghbah (berharap untuk dikabulkan) dan rahbah(rasa takut tidak dikabulkan). (QS.Al-Anbiyaa':90)
13. Mengembalikan (hak orang lain) yang di zhalimi disertai dengan taubat
14. Memanjatkan doa tiga kali. 
15. Menghadap kiblat.
16. Mengangkat kedua tangan ketika berdoa.
17. Jika mungkin, berwudhu terlebih dahulu sebelum berdoa.

Keterangan : Nabi Sholallahu alaihi wassalam pernah berwudhu' , lalu mengangkat kedua telapak tangannya untuk berdo'a: "Ya Allah, ampunilah 'Ubaid Abi 'Amir ...."(HR. Al-Bukhari no.4323, Muslim no. 2498). 
 
18. Tidak berlebih lebihan dalam berdoa.


Keterangan : Tidak berlebih-lebihan dimaksud misalnya, tidak memohon sesuatu yang mustahil (seperti memohon supaya menjadi Nabi, supaya dikekalkan di dunia dan lain lain); tidak berdoa dengan rinci, seperti meminta surga nikmatnya, istananya, dan lain lain yang disebut satu persatu; Memohonkan perlindungan dari Neraka, api, belenggu, rantai, dan lain lain; Mengeraskan/ meninggikan suara dengan keras (An-Nubadz hal.75, Fiqhud Du'aa' hal.135-138).

19. Bertawassul kepada Allah dengan Asmaa-ul Husna dan sifat sifat Nya yang Mahatinggi, atau dengan amal shalih yang pernah dikerjakannya sendiri atau dengan doa seorang shalih yang masih hidup[14] dan berada dihadapannya.


Keterangan: Adapun tawassul dengan orang yang sudah wafat tidaklah diperbolehkan, tidak ada contoh dari Rasullullah Shallallaahu ‘alaihi wassallam, tidak juga dari para Sahabatnya, bahkan ini adalah perbuatan bid'ah dan bisa jatuh ke dalam perbuatan syirik. Lihat at-Tawassul Anwaa'uhu wa Ahkaamuhu oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

20. Makanan dan minuman yang dikonsumsi serta pakaian yang dikenakan harus berasal dari usaha yang halal.
21. Tidak berdoa untuk suatu dosa atau memutuskan silaturahmi.
22. Menjauhi segala bentuk kemaksiatan 
23. Harus menegakkan amar ma'ruf nahi munkar (menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran).
24. Hendaklah orang yang berdoa memulai dengan mendoakan diri sendiri, jika dia hendak mendoakan orang lain.


Keterangan: Berkenaan dengan hal ini, terdapat riwayat dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wassallam, bahwa beliau mengawali doa untuk beliau sendiri. Dan adapula riwayat bahwa beliau pernah tidak memulai dengan dirinya sendiri, seperti doa beliau untuk Anas, Ibnu 'Abbas, ummu Isma'il dan yang lainny. Lihat pula keterangan lebih rinci mengenai masalah ini dalam kitab Syarhun Nawawi lish Shahiihi Muslim (XV/144). Juga kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan at-Tirmidzi (IX/328), serta al-Bukhari disertai dengan Fathul Baari (I/218).

Sumber: Yazid bin abdul Qadir al Jawas, Kumpulan doa dari Alquran dan as-Sunnah yang shahih. Beliau dalam catatan kaki tulisannya menyebut beberapa kitab rujukan untuk tulisan ini antara lain: (1) Adz-Dzikr wad Du'aa'minal Kitaab was Sunnah,hal.88-100;  (2). Shahiih al-Adzkaar - Imam Nawawi, II/955-969. (3) Ad-Daa' wad Dawaa' - Imam Ibnul Qayyim, hal. 14-21 tahqiq Syaikh 'Ali Hasan. (4). Ad-Du'aa'-Syaikh Husain 'Awayisyah, hal. 17-32. (5). Ad-Du'aa'-Muhammad Ibrahim al-Hamd, hal. 37- 52 dan hal. 85-90. (6). An-Nubadz al- Mustathaabah fid Da'awaatil Mustajaabah-Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali, hal. 26-47. (7). Tash-hiihud Du'aa'-Syaikh Bakr bin 'Abdullah Abu Zaid, hal. 21-35.
____________________

Thanks for reading Adab Berdoa: Bagaimana Supaya Doa Dikabulkan?

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

4 komentar:

  1. AnonymousMay 14, 2016

    ass mohon ijin share dan copas.... jazzakumullohu khoiron katsiiiron

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ass = pantat
      Mau mendoakan tp malah menghina..
      Maksudnya baik tp salah...
      Astaghfirullah...

      Delete
  2. IZIN KOPAS.. UNTUK PELAJARAN BAGI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN

    ReplyDelete