Home » , » Ingin Doa Dikabulkan? Jangan Abaikan 24 Adab Berdoa Sesuai Qur'an dan Sunnah

Ingin Doa Dikabulkan? Jangan Abaikan 24 Adab Berdoa Sesuai Qur'an dan Sunnah



Diantara adab berdoa dan beberapa faktor penyebab dikabulkannya doa adalah sebagai berikut:

1

Ikhlas karena Allah Subhanahu wata'ala semata. (QS.Al-Mu'min:14), (QS.Al-Bayyinah:5).

2

Mengawalinya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu diikuti dengan bacaan shalawat atas Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam dan diakhiri dengan hal yang sama.

3

Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan doa, serta yakin akan dikabulkan karena Allah Maha Pengasih Maha Penyayang dan menerima doa hamba-hamba-Nya.

4

Mendesak dengan penuh kerendahan (memohon dengan penuh harap) dalam berdoa dan tidak terburu buru.

5

Menghadirkan hati dalam berdoa (meminta benar-benar dari dalam lubuk hati, bukan sekedar 'membacakan' permintaan).

6

Banyak-banyak berdoa dan terus menerus, baik dalam keadaan lapang maupun susah (jangan hanya berdoa pada saat susah saja, dan meninggalkan berdoa setelah kesusahan berlalu).







7

Berdoa dan memohonlah hanya kepada Allah Subhanahu wata'ala semata. Tidak boleh berdoa dan memohon sesuatu kepada selain Allah Subhanahu wata'ala.

8

Tidak mendoakan keburukan kepada keluarga, harta, anak dan diri sendiri.

9

Merendahkan suara ketika berdoa, yaitu antara samar dan keras. (QS.Al-A'raaf: 55,205).


Keterangan : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassallam melarang berdoa dengan suara keras. Ketika beliau shallallaahu ‘alaihi wassallam mendengar para Sahabatnya berdoa dengan suara keras beliau shallallaahu ‘alaihi wassallam bersabda: "Kasihanilah diri kalian karena kalian tidak berdoa kepada Rabb yang tuli dan jauh, tetapi kalian berdoa kepada Rabb Yang Mahamendengar dan Mahadekat." (Hadist shahih riwayat al-Bukhari no.6384, Fathul Baari XI/187-188, Muslim no.2704).
     Merendahkan suara dalam berdzikir sangat banyak manfaatnya, diantaranya : menunjukkan kepada keikhlasan, lebih mulia dalam beradab dan mengagungkan Allah, lebih khusyuk yang merupakan ruh doa, menunjukkan bahwa kita dekat kepada Allah, dan lain lain. lihat Bada-i'ul Fawaa-id hal. 379-380 oleh Ibnul Qayyim, Majmuu' Fataawa- Syaikhul Islam XV/15-20, ad-Du'aa'-Muhammad bin Ibrahim al-Hamd hal.47-49.

10

Mengakui dosa-dosa yang telah diperbuat, lalu memohon ampunan atasnya, serta mengakui nikmat yang Allah telah diterima dan bersyukur kepada Alllah atas nikmat tersebut.

11

Tidak membebani diri dalam membuat sajak atau rangkaian kata-kata indah dalam berdoa.

12

Tadharru' (merendahkan diri), khusyuk,raghbah (berharap untuk dikabulkan) dan rahbah (rasa takut tidak dikabulkan). (QS.Al-Anbiyaa':90)

13

Mengembalikan (hak orang lain) yang dizhalimi disertai dengan bertaubat.

14

Memanjatkan doa tiga kali (mengulangi permintaan hingga tiga kali).

15

Menghadap kiblat.

16

Mengangkat kedua tangan ketika berdoa (kecuali di tempat-tempat dan keadaan dimana Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam tidak mensunnahkan mengangkat tangan padanya).

17

Jika mungkin, berwudhu terlebih dahulu sebelum berdoa.

Keterangan : Nabi Sholallahu alaihi wassalam pernah berwudhu' , lalu mengangkat kedua telapak tangannya untuk berdo'a: "Ya Allah, ampunilah 'Ubaid Abi 'Amir ...."(HR. Al-Bukhari no.4323, Muslim no. 2498). 

18

Tidak berlebih-lebihan dalam berdoa (meminta sesuatu yang mustahil).


Keterangan : Tidak berlebih-lebihan dimaksud misalnya, tidak memohon sesuatu yang mustahil (seperti memohon supaya menjadi Nabi, supaya dikekalkan di dunia dan lain lain); tidak berdoa dengan rinci, seperti meminta surga nikmatnya, istananya, dan lain lain yang disebut satu persatu; Memohonkan perlindungan dari Neraka, api, belenggu, rantai, dan lain lain; Mengeraskan/ meninggikan suara dengan keras (An-Nubadz hal.75, Fiqhud Du'aa' hal.135-138).


19

Bertawassul kepada Allah dengan Asmaa-ul Husna dan sifat sifat Nya yang Mahatinggi, atau dengan amal shalih yang pernah dikerjakannya sendiri atau dengan doa seorang shalih yang masih hidup dan berada di hadapannya.


Keterangan: Adapun tawassul dengan orang yang sudah wafat tidaklah diperbolehkan, tidak ada contoh dari Rasullullah Shallallaahu ‘alaihi wassallam, tidak juga dari para Sahabatnya, bahkan ini adalah perbuatan bid'ah dan bisa jatuh ke dalam perbuatan syirik. Lihat at-Tawassul Anwaa'uhu wa Ahkaamuhu oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.


20

Menjauhkan diri dari makanan, minuman, dan pakaian yang haram, baik zat-nya maupun cara mendapatkannya. (Karena makanan, minuman, dan pakaian yang haram akan menjadi penghalang terkabulnya doa).

21

Tidak berdoa untuk suatu dosa atau memutuskan silaturrahim.

22

Menjauhi segala bentuk kemaksiatan, karena kemaksiatan juga termasuk penghalang terkabulnya doa.

23

Berikhtiar sekuat tenaga untuk menegakkan amar ma'ruf nahi munkar (menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran).

Karena adakalanya Allah menimpakan azab, bencana, dan berbagai kesulitan kepada suatu kaum, bukan karena ketiadaan orang-orang sholeh di dalamnya, tetapi karena orang-orang sholehnya hanya sibuk dengan diri sendiri dan tidak menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.

24

Hendaklah orang yang berdoa memulai dengan mendoakan diri sendiri, jika dia hendak mendoakan orang lain.


Keterangan: Berkenaan dengan hal ini, terdapat riwayat dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wassallam, bahwa beliau mengawali doa untuk beliau sendiri. Dan adapula riwayat bahwa beliau pernah tidak memulai dengan dirinya sendiri, seperti doa beliau untuk Anas, Ibnu 'Abbas, ummu Isma'il dan yang lainny. Lihat pula keterangan lebih rinci mengenai masalah ini dalam kitab Syarhun Nawawi lish Shahiihi Muslim (XV/144). Juga kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan at-Tirmidzi (IX/328), serta al-Bukhari disertai dengan Fathul Baari (I/218).

Sumber: Yazid bin abdul Qadir al Jawas, Kumpulan doa dari Alquran dan as-Sunnah yang shahih. Beliau dalam catatan kaki tulisannya menyebut beberapa kitab rujukan untuk tulisan ini antara lain: (1) Adz-Dzikr wad Du'aa'minal Kitaab was Sunnah,hal.88-100;  (2). Shahiih al-Adzkaar - Imam Nawawi, II/955-969. (3) Ad-Daa' wad Dawaa' - Imam Ibnul Qayyim, hal. 14-21 tahqiq Syaikh 'Ali Hasan. (4). Ad-Du'aa'-Syaikh Husain 'Awayisyah, hal. 17-32. (5). Ad-Du'aa'-Muhammad Ibrahim al-Hamd, hal. 37- 52 dan hal. 85-90. (6). An-Nubadz al- Mustathaabah fid Da'awaatil Mustajaabah-Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali, hal. 26-47. (7). Tash-hiihud Du'aa'-Syaikh Bakr bin 'Abdullah Abu Zaid, hal. 21-35.
____________________


Thanks for reading Ingin Doa Dikabulkan? Jangan Abaikan 24 Adab Berdoa Sesuai Qur'an dan Sunnah

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

5 komentar:

  1. AnonymousMay 14, 2016

    ass mohon ijin share dan copas.... jazzakumullohu khoiron katsiiiron

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ass = pantat
      Mau mendoakan tp malah menghina..
      Maksudnya baik tp salah...
      Astaghfirullah...

      Delete
  2. IZIN KOPAS.. UNTUK PELAJARAN BAGI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN

    ReplyDelete
  3. Silaturohim ya ustadz bukan silaturahim :)

    ReplyDelete

loading...