Home » , » Bacaan Dzikir yang Shahih Setelah Shalat Fardhu Sesuai Sunnah

Bacaan Dzikir yang Shahih Setelah Shalat Fardhu Sesuai Sunnah




Berikut ini adalah bacaan-bacaan dzikir yang shahih setelah shalat fardhu, yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam. (dibaca setelah salam).

1. Membaca :
أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
Astaghfirullaåh. Astaghfirullaåh. Astaghfirullaåh. Allahumma antassalaam, wa mingkassalaam, tabarakta ya dzaljalaali wal ikraam.

“Saya memohon ampun kepada Allah.(3x) Ya Allah Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu lah kesejahteraan, Maha Suci Engkau wahai Rabb pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

Keterangan: HR. Muslim no.591 (135), Ahmad (V/275,279), Abu Dawud no.1513, an-Nasa-i III/68, Ibnu Khuzaimah no.737, ad-Darimi I/311 dan Ibnu Majah no.928 dari Sahabat Tsauban radhiyallaahu ‘anhu.

Perhatian: Hendaklah dicukupkan dengan bacaan ini dan jangan ditambah-tambah dengan macam-macam bacaan lainnya yang tidak ada asalnya dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Misykaatul Mashaabiih 1/303)



2. Membaca :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir. Allahumma laa maani’a limaa a’thayta, wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yamfa’u dzaljaddi min kaljaddu.

"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu.”

Keterangan: HR. Al-Bukhari no.844 dan Muslim no.593, Abu Dawud no.1505, Ahmad IV/245, 247, 250, 254, 255, Ibnu Khuzaimah no.742, ad-Darimi I/311, dan An-Nasa-i III/70,71, dari  Al-Mughirah bin Syu’bah.

3. Membaca :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir. Laa hawla wa laa kuwwata illa billaah, laa ilaaha illallaah, walaa na’budu illaa iyyaahu, lahunni’matu walahul fadhlu walahuts tsanaaul hasanu, laa ilaaha illallaåh mukhlishiyna lahuddiyn walaw karihal kaafiruun.

"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Baginya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.”

Keterangan: HR. Muslim no.594, Ahmad IV/ 4, 5, Abu  Dawud no. 1506, 1507, an- Nasa-i III/70, Ibnu Khuzaimah no.740, 741, Dari ’Abdullah bin az-Zubair Rahimahullah.

4. Membaca :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.

"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x setiap selesai shalat maghrib dan shubuh).

Keterangan: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa setelah shalat Maghrib dan Shubuh membaca ‘Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir,’  sebanyak 10x Allah akan tulis setiap satu kali 10 kebaikan, dihapus 10 kejelekan, diangkat 10 derajat, Allah lindungi dari setiap kejelekan, dan Allah lindungi dari godaan syetan yang terkutuk.” (HR. Ahmad IV/227, at-Tirmidzi no.3474). At-Tirmidzi berkata: Hadits ini hasan gharih shahih.”

5. Membaca :

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a-’inniy ’ala dzikrika wa syukrika wa husni ’ibaadatika.

“Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu.”

Keterangan: HR. Abu Dawud no.1522, an-Nasa-i III/53, Ahmad V/245 dan al-Hakim (I/273 dan III/273) dan dishahihkannya, juga disepakati oleh adz-Dzahabi, yang mana kedudukan hadits itu seperti yang dikatakan oleh keduanya, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah memberikan wasiat kepada Mu’adz agar dia mengucapkannya di setiap akhir shalat. 

6. Membaca :

سُبْحَانَ اللهُ
Subhaanallaah (33x)

“Maha suci Allah” (33x)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillah (33x) 

“Segala puji bagi Allah” (33x)

اَللهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar (33x)

“Allah Maha Besar” (33x)

Kemudian untuk melengkapinya menjadi seratus, ditambah dengan membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.


"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Keterangan:Barangsiapa membaca kalimat tersebut setiap selesai shalat, akan diampuni kesalahannya, sekalipun seperti buih di lautan.” HR. Muslim no.597, Ahmad II/371,483, Ibnu Khuzaimah no.750 dan al-Baihaqi II/187).

7. Kemudian membaca (Surat al-Ikhlash) :  

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ>>للَّهُ الصَّمَدُ>> لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ>> وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَد
Qul huwallaahu ahad. Allaahusshamad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakullahu kufuwan ahad.

Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".

8. Kemudian membaca (Surat al-Falaq) :  

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ>> مِن شَرِّ مَا خَلَقَ>> وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ>> وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ>>  وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a'uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wamin syarri ghaasiqin idzaa waqaba. Wamin syarrin naffaatsaati fii al'uqadi. Wamin syarri haasidin idzaa hasada.

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai waktu subuh, dari kejahatan apa-apa (mahluk) yang diciptakan-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia dengki"

9. Kemudian membaca (Surat an-Naas) :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ>> مَلِكِ النَّاسِ>> إِلَهِ النَّاسِ>> مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ>> الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ>> مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ>>

Qul a'uudzu birabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wannaas.

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Robb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.

Keterangan: HR Abu Dawud no.1523, an-Nasa-i III/68, Ibnu Khuzaimah no.755 dan Hakim I/253. Lihat pula Shahiih at-Tirmidzi III/8 no.2324. Ketiga surat tersebut dinamakan al-Mu’awwidzaat. 

10. Selanjutnya, membaca Ayat Kursi:

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allaahu laa ilaaha illaa huu, al hayyul qoyyum, la ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man djalladjii yasyfa’u ’indahuu illa bi idjnih. Ya’lamu maa bayna aydiihim wa maa kholfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syay-im min ’ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiiyyuhussamaawaati wal ardh. Walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa. Wa huwal’aliiyul ’azhiim.

”Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
(Al-Baqarah: 255)

Keterangan: “Barangsiapa yang membacanya setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk Surga selain kematian.” HR. An-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah’ no.100 dan Ibnus Sunni no.124 dari Abu Umamah rahimahullah, dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani.

11. Khusus setelah selesai shalat Shubuh, disunnahkan membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inniy as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon toyyiban, wa’amalan mutaqobbalan.

"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amalan yang diterima."

Demikian bacaan dzikir yang shahih setelah shalat fardhu sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam. Mudah-mudahan dapat memberi kebaikan dan manfaat bagi kita semua.

****
Thanks for reading Bacaan Dzikir yang Shahih Setelah Shalat Fardhu Sesuai Sunnah

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

98 komentar:

  1. Replies
    1. Ass.wr.wb. Belajar lah ilmu agama dari guru agama supaya dapat ridho Alloh, media masa jangan di buat pedoman tapi sebatas buat referensi saja, wss.wr.wb

      Delete
    2. AnonymousJuly 03, 2016

      Wa'alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh
      Kalo belajar dari media massa namun mencantumkan sumber dari hadist shahih insyaAllah juga mendapat ridho Allah, ridho Allah semoga tercurah pada orang yg mempelajari dan meneladani perilaku rasulullah. Al Qur'an dan As Sunnah adalah guru utama kita dalam mempelajari agama.
      Mohon maaf "ass" berarti pantat. Lebih afdol anda mengucapkan assalamualakum saja dari pada membuat singkatan yg ambigu.

      Delete
  2. subhanallah..afwan ya ustad. ijin menyimak dan belajar. barokallahu fikum. sangat bermanfaat
    terima kasih.

    ReplyDelete
  3. subhanallah..afwan ya ustad. ijin menyimak dan belajar. barokallahu fikum. sangat bermanfaat
    terima kasih.

    ReplyDelete
  4. Izin copas ustad, untuk belajar..Trimks

    ReplyDelete
  5. Assalamu 'alaikum.... kepada saudaraku yg pernah memposting komentar dalam blog ini, kami mohon MAAF akibat pergantian template blog baru-baru ini semua komentar pembaca hilang tanpa kami sengaja. Kami sudah berupaya dengan berbagai cara untuk dapat mengembalikan posting komentar tersebut namun tetap tidak ada hasil. Sekali lagi kami memohon MAAF atas kejadian ini.(Admin Blog).

    ReplyDelete
  6. Afwan Ustad, tulisannya kok dibalik2

    ReplyDelete
  7. Afwan Ustad, tulisannya kok dibalik2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mas Rokhi Min... tapi saya sudah periksa berkali-kali insyaAllah tidak ada yang terbalik. Kalau yang dimaksud susunan tulisan menjadi rusak saat dicopy ke dokumen Ms Word, memang demikian adanya. Aslinya, Microsoft Word memang tidak support terhadap tulisan Arab. Saya sendiri belum menemukan cara bagaimana mengcopy-paste tulisan arab ke dalam Ms Word tanpa harus merusak struktur penulisannya. Karena itu saya sarankan bagi yang ingin mengcopy tulisan arab dari blog ini silahkan dicopy ke dalam lembaran notepad, insyaAllah susunan penulisannya tetap terpelihara. Terimakasih, Assalamu 'alaikum.

      Delete
    2. Afwan ust, mungkin mksud dr terbalik yg di sampaikan oleh mas rokhimin itu maksudnya ayat kursi ny yg di bawah sedangkan 3 qul ( al ikhlas, al-falaq, an-nas ) ny yg di atas. .
      Krn spt yg saya liat di buku2 biasanya, ayat kursi dulu, baru 3 qul.
      *mohon koreksinya jika salah.
      Terima kasih ust. .

      Delete
    3. Afwan ust, mungkin mksud dr terbalik yg di sampaikan oleh mas rokhimin itu maksudnya ayat kursi ny yg di bawah sedangkan 3 qul ( al ikhlas, al-falaq, an-nas ) ny yg di atas. .
      Krn spt yg saya liat di buku2 biasanya, ayat kursi dulu, baru 3 qul.
      *mohon koreksinya jika salah.
      Terima kasih ust. .

      Delete
    4. AnonymousJuly 22, 2016

      Tdk hrs urut, tp yg istigfar biasanya dibaca di awal dzikir.

      Delete
    5. kalau yang mau copas ke ms word,anda harus aktifkan dulu huruf arab di komputer atau laptop.. insya Allah tulisan tidak akan terbolak balik..
      silahkan kujungi ,http://info-menarik.net/cara-mengaktifkan-dan-menulis-huruf-arab-di-komputer/

      Delete
    6. Ana mau ngasih info akhi rokhi min. Maaf baru balas sekarang, cara mengcopy paste tulisan arab dari sebuah situs ke MS word, antum harus copykan terlebih dahulu tulisan arabnya ke wordpad. Caranya klik icon windows lalu ketikkan "wordpad". Setelah itu copykan disitu. Maka tulisan arab tadi tidak akan terbalik. Kemudian baru dicopykan ke MS word. In Syaa Allah berhasil

      Delete
  8. Tiap pagi buka tab cuma buat buka nie situs....thanks

    ReplyDelete
  9. Mas mau nau umtuk poin 5, ketika zikir subhanalloh, alhamdulillah, allahuakbar,,kalo mmbaca 3 kali katanya boleh ya mas.....
    download mp3 terbaru

    ReplyDelete
    Replies
    1. paling sedikit masing" 10 x

      Delete
    2. paling sedikit masing" 10 x

      Delete
    3. paling sedikit masing" 10 x

      Delete
    4. AnonymousJuly 29, 2016

      Afwan, mungkin yg dimaksud poin 4. Kalau utk poin 5 (subhanallah, Alhamdulillah dan Allahuakbar) masing2 33x dan utk menggenapi 100 dibaca Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalahu dst.

      Delete
    5. Yg sesuai sunnah 33x
      Allahu a'lam

      Delete
  10. barrakallahu ...ijinkan untuk membaca ustadz.

    ReplyDelete
  11. terima kasih atas sharingnya,
    dzikir tersebut di atas apakah dilakukan berurutan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak ada dalil yang mengharuskan kita membaca dzikir-dzikir setelah shalat fardhu secara berurutan (dari nomor 1 dan seterusnya seperti di atas). Pemberian nomor dalam tulisan hanya dimaksud sebagai penanda dan pemisah antara satu bacaan dzikir dengan bacaan dzikir yang lain berdasarkan dalil yang menjadi sumbernya. Namun untuk beberapa bacaan dzikir (sesuai dengan teks hadits-nya) memang harus dibaca berurutan, semisal: bacaan dzikir nomor 6 dimulai dengan membaca subhanallah ==> alhamdulillah ==> Allahu Akbar. Kemudian ketiga surat al-Mu’awwidzaat: Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas juga harus dibaca berurutan. Wallaahu a'lam.

      Delete
  12. sangat bermanfaat...

    ReplyDelete
  13. Terima kasih ilmunya. Moga manfaat. Mampir ya http://goldenmanners.blogspot.co.id/2016/03/memendarkan-energi-dzikir.html

    ReplyDelete
  14. terima kasih atas ilmunya kawan,semoga barokah

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih... hanya berbagi ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullaah, semoga barokah bagi kita semua....

      Delete
  15. Makasih gan,, sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  16. Postingan berkelas, berkualitas. Barakallahufiik :)

    ReplyDelete
  17. Ijin share Mas Broo...
    Tks.

    ReplyDelete
  18. Ijin share Mas Broo...
    Tks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan mas, monggo... tidak perlu izin...

      Delete
  19. Mas ......ayat kursinya penulisannya terbalik.....mohon cepat direvisi /dibenarkan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mas Samsoul... tapi saya sudah periksa berkali-kali insyaAllah tidak ada yang terbalik. Kalau yang dimaksud susunan tulisan menjadi rusak saat dicopy ke dokumen Ms Word, memang demikian adanya. Aslinya, Microsoft Word memang tidak support terhadap tulisan Arab. Saya sendiri belum menemukan cara bagaimana mengcopy-paste tulisan arab ke dalam Ms Word tanpa harus merusak struktur penulisannya. Karena itu saya sarankan bagi yang ingin mengcopy tulisan arab dari blog ini silahkan dicopy ke dalam lembaran notepad, insyaAllah susunan penulisannya tetap terpelihara. Terimakasih, Assalamu 'alaikum.

      Delete
  20. Assalamu 'alaikum... untuk saudaraku dan sahabat semua, kami mendapat banyak keluhan tentang susunan penulisan arab yang salah, terbalik, atau tidak semestinya. Namun setelah diperiksa lebih teliti, kami tidak menemukan kesalahan dimaksud di dalam halaman blog. Kami berasumsi, kesalahan mungkin terjadi pada saat meng-copy-paste tulisan arab dari blog ke dalam halaman microsoft word. Aslinya, Microsoft Word memang tidak support terhadap tulisan Arab. Saya sendiri belum menemukan cara bagaimana mengcopy-paste tulisan arab ke dalam Ms Word tanpa harus merusak struktur penulisannya. Karena itu saya sarankan bagi yang ingin mengcopy tulisan arab dari blog ini silahkan dicopy ke dalam lembaran notepad, atau format dokumen lain yang support terhadap tulisan arab, insyaAllah susunan penulisannya tetap terpelihara. Terimakasih, Assalamu 'alaikum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. AnonymousJuly 29, 2016

      Adanya yaa akhie.
      Buat teman2 kalau mau lebih mudah lagi, utk teks Arab dicopy dlm bentuk image.

      Delete
    2. AnonymousJuly 29, 2016

      Ahsanta yaa akhie.
      Buat teman2 kalau mau lebih mudah lagi, utk teks Arab dicopy dlm bentuk image.
      Afwan komen yg di atas ada keliru Krn faktor keypad hp

      Delete
    3. Terimakasih... mengcopy tulisan arab dalam bentuk image termasuk salah satu solusi yang bisa digunakan. Selain itu, sekarang "Belajar Islam" sudah membuat versi download bacaan dzikir dalam format PDF (http://www.belajarislamsunnah.com/2016/09/download-bacaan-dzikir-yang-shahih.html). Dipersilahkan download.

      Delete

  21. TERIMA KASIH SAHABAT MUSLIMKU YANG BAIK.... ALLAH SWT TIDAK AKAN MENYIA NYIAKAN PAHALA BAGI ORANG YANG MENEBARKAN KEABAIKAN SEPERTI INI....

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih... semoga Allah memudahkan semua urusanmu sahabat muslimku yang baik....

      Delete
  22. TERIMA KASIH SAHABAT MUSLIMKU YANG BAIK...

    ReplyDelete
  23. syukron akhi... postingan yg sangat berguna dan bermanfaat. semoga Allah selalu memberikan kebaikan bagi akhi dan dihitung sbg amal jariah dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminn... Ya Allah, berilah limpahan rahmat-Mu bagi saudaraku yang telah mendoakan kebaikan untuk hamba....

      Delete
  24. AnonymousMay 09, 2016

    Terima kasih. Semoga menjadi amal saleh. Amin Ya Rabb.. Ijin copas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih... semoga Allah merahmati kita semua.

      Delete
  25. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  26. izin Copas untuk belajar yaa, syukron

    ReplyDelete
  27. Ini maksudnya harus dibaca smua atau pilihan diantaranya saja? Maaf br belajar dan masih awam.. syukron

    ReplyDelete
    Replies
    1. syukron... boleh membaca/mengamalkan semuanya, juga boleh memilih membaca sebagiannya/ di antaranya. Tapi berdzikir yg banyak dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah lebih utama dari pada berdzikir yg sedikit. Wallahu a'lam.

      Delete
  28. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  29. Bolehkah zikirnya sy hafal? N amalkan?
    Krna selma ini zikirnya sy masih blum smpurna terimakasih

    ReplyDelete
  30. Terimakasih saudara muslim, ini sangat membantu dalam penyiaran agama dan ayat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kembali saudaraku... semoga Allah mudahkan semua urusannya...

      Delete
  31. Replies
    1. Silahkan akhi... tidak perlu izin untuk copas ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam.

      Delete
  32. Maaf akhi nanya(lagi belajar), apakah susunan/urutan Dzikirnya benar?.
    Jazaakallah khairan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih... tidak ada dalil yang datang dari Nabi yang mulia Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam mengenai susunan/urutan/sistimatika yang harus diikuti dalam membaca bacaan dzikir setelah shalat fardhu. Pemberian nomor dalam tulisan ini hanya untuk keperluan penulisan semata, bukan untuk menunjukkan urutan yang harus diikuti.

      Delete
  33. Izin copas ya min ,terimakasih :)

    ReplyDelete
  34. Alhamdulillah , dapat pelajaran berharga ,
    terima kasih ilmu dan penjelasan dalilnya

    Berikut saya berikan versi mp3 atau dari youtube

    https://www.youtube.com/watch?v=eb6kY1NB_nk

    ReplyDelete
  35. Assalamualaikum pak ustad..kalau bacaan al ikhlas al falaq dan annas nya satu kali saja atau 3 kali?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikum salam... masing-masing dibaca satu kali, sebab dalam dalil yg ada (Abu Dawud, an-Nasa-i,Ibnu Khuzaimah, dan lainnya) tidak ada menyebut 3 kali. Jadi kita cukupkan dengan bacaan satu kali. Wallahu A'lam...

      Delete
  36. Replies
    1. Dipersilahkan akhi... jika ada masalah copas dalam format word, sekarang ada versi download format PDF, http://www.belajarislamsunnah.com/2016/09/download-bacaan-dzikir-yang-shahih.html. Silahkah didownload.

      Delete
  37. Wah. Doa yanh menenangkan hati http://www.sepositif.com/2016/07/doa-doa-setelah-sholat.html?m=1

    ReplyDelete
  38. Wah. Doa yanh menenangkan hati http://www.sepositif.com/2016/07/doa-doa-setelah-sholat.html?m=1

    ReplyDelete
  39. Terimakasih ilmunya pak :)

    ReplyDelete
  40. Ass mas. Saya ini kadang masih bingung dan ragu dgn bacaan dzikir sholat yg mna yg harus sy gunakan. Di satu sisi sy jg sdh prnah mlihat doa dzikir ini di media massa lain lalu saya jg melihat di buku panduan sholat yg biasa dijual di pasaran itu menyebutkan bacaan dzikir yg berbeda. Jdi bacaan dzikir yg mana yg harus saya gunakan? Trimakasih mas. Smoga di blas dan mhon penjelasannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu 'alaikum... bismillaah, semoga Allah senantiasa memberikan kita hidayah dan petunjuk yang lurus dalam urusan agama yang mulia ini. Dzikir adalah bagian dari ibadah, dan setiap ibadah dalam Islam haruslah disandarkan pada dalil yang shahih baik yang datangnya dari Al-Quran maupun dari Hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam. Kita tidak membedakan bacaan dzikir yang didapat dari mana saja, dari kitab karangan siapa saja, sepanjang ada penjelasan dan kejelasan mengenai dalil-dalilnya yang SHAHIH, maka kita wajib mengikutinya. Adapun bacaan dzikir yang ada dalam tulisan ini adalah bacaan dzikir setelah shalat fardhu yang dikumpulkan dari berbagai riwayat dan dalil yang insyaAllah shahih sebagaimana dituliskan dalam catatan di masing-masing bacaan dzikir. Untuk bacaan dzikir lainnya jika ditemukan yang berbeda, qaidahnya sederhana: apakah bacaan dzikir tersebut memiliki sandaran dalil yang SHAHIH atau tidak?? (maksudnya apakah ada keterangan yang jelas mengenai riwayat asal-usul datangnya bacaan dzikir tersebut yang sampai kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam? tentunya yang dapat dipertanggungjawabkan dan ditelusuri berdasarkan qaidah-qaidah ilmu hadits yang benar). Wallahu a'lam!

      Delete
  41. Oh begitu mas.. Kbtulan saya sudah hapal dzikir yg ini, Alhamdulillah . Terimakasih , smg allah mmbalas nya dg kebaikan . Amin

    ReplyDelete
  42. Syukron katsiron, ini dzikir yg saya cari, yg ada dalil"nya dan juga yang shahih.

    ReplyDelete
  43. Aslkm wrwb..mohon ijin copas ya ustadz.. Jazakallahu khairon

    ReplyDelete
  44. Aslkm wrwb..mohon ijin copas ya ustadz.. Jazakallahu khairon

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikum salam... silahkan akhi, semoga membantu...

      Delete
  45. terimakasih...
    oia kalo untuk jumlah dalam berdzikir apakah harus berpatokan pada jumlah tertentu atau kah boleh banyak ?

    karena ada yang mengatakan harus sesuai jumlah yang ada di hadis, misal istighfar 3x setelah solat.

    nah kalo lebih dari 3 apakah dilarang ??

    padahal ada dalil hadist yang menganjurkan untuk selalu berdzikir.

    istighfar kan bagian dari dzikir.

    Dari ‘Abdullah bin Busr, ia berkata,

    جَاءَ أَعْرَابِيَّانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ أَحَدُهُمَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». وَقَالَ الآخَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَىَّ فَمُرْنِى بِأَمْرٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. فَقَالَ لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

    “Ada dua orang Arab (badui) mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas salah satu dari mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, manusia bagaimanakah yang baik?” “Yang panjang umurnya dan baik amalannya,” jawab beliau. Salah satunya lagi bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syari’at Islam amat banyak. Perintahkanlah padaku suatu amalan yang bisa kubergantung padanya.” “Hendaklah lisanmu selalu basah untuk berdzikir pada Allah,” jawab beliau. (HR. Ahmad 4: 188, sanad shahih kata Syaikh Syu’aib Al-Arnauth). Hadits ini menunjukkan bahwa dzikir itu dilakukan setiap saat, bukan hanya di masjid, sampai di sekitar orang-orang yang lalai dari dzikir, kita pun diperintahkan untuk tetap berdzikir.


    mohon penjelasannya trims.
    jazakallah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bismillaah... semua perintah dzikir (baik dalam Al-Qur’an maupun dalam al-Hadits) dapat dikelompokkan menjadi dua: (1) perintah dzikir yg bersifat umum, yakni dzikir yang tidak terikat waktu, tempat, bacaan, dan hitungan “tertentu,” dan (2) dzikir yg bersifat khusus, yakni perintah dzikir pada waktu/keadaan/tempat dengan bacaan maupun hitungan yang sudah ditentukan padanya. Dzikir di waktu pagi, dzikir di waktu petang, dzikir sebelum tidur, dzikir sesudah shalat fardhu, adalah di antara dzikir-dzikir yang bersifat khusus. Karenanya, baik bacaan maupun hitungan membacanya, seluruhnya mengikuti contoh dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Di luar itu, boleh bahkan diperintahkan untuk berdzikir sebanyak-banyaknya kepada Allah, sebagaimana Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.”(QS.Al-Ahzaab:41).

      Delete
  46. Saya biasa melakukan no 1,2,6 dan slanjutnya do'a pribadi dengan bahasa indo. Bagaimana menurut penulis, salah tidak? Sudah termasuk mengikuti rosululoh belum? Ap perlu di perbaiki... Mohon di jelaskan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibolehkan membaca sebagian atau seluruhnya bacaan dzikir di atas, karena tidak ada dalil yang mengharuskan kita untuk HARUS membaca "semuanya" setiap selesai shalat. Membaca "sebahagian" bacaan dzikir tersebut berarti kita sudah mengikuti "SEBAHAGIAN" sunnah Rasulullah; dan meninggalkan "sebahagian" yg lain (dan tidak pernah mengamalkannya sama sekali), berarti pula kita telah meninggalkan "sebahagian" sunnah Rasulullaah Shallallaahu 'alaihi wasallam. Dzikir adalah ibadah, dan ibadah yg banyak lebih utama dari pada ibadah yg sedikit. Wallahu a'lam.

      Delete
  47. Alhamdulillah,,insyaallah sudah mengamalkan setiap hari...

    ReplyDelete
  48. Assalamu'alaikum warahamatullahi wabarakatu.
    Perkenalkan nama saya wira. Saya ingin bertanya adakah dzikir/wirid yg dilakukan oleh nabi muhammad saw yang di lakukan setelah sholat sunnah, srperti sholat dhuha, kobliyah, ba'diyah, tahajjud, sholat witir dll ?
    Kalau ada tolong di share ilmunya ya. Trimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikum salam... terimakasih atas pertanyaan yang sangat baik. Kami belum menemukan ada dalil yang shahih tentang bacaan dzikir khusus untuk shalat sunnah. Namun dalam bacaan dzikir di atas, terdapat bacaan dzikir yang bersifat umum (artinya, dibaca oleh Rasulullah baik ba'da shalat wajib maupun ba'da shalat sunnah), yakni bacaan dzikir nomor 1 di atas. Imam Ibnu Baz dalam salah satu fatwanya menerangkan hal ini, beliau mengatakan: "Setelah shalat sunah tidak ada dzikir khusus selain istighfar. Seusai salam dari shalat sunah, beliau shallallaahu 'alaihi wasallam biasa membaca, astaghfirullah,astaghfirullah, astaghfirullah, Allahumma antas salam wa minkas salam tabaarakta ya dzal jalal wal ikram. Sedangkan dzikir-dzikir pasca-shalat yang lain, semuanya dibaca setelah shalat wajib. Sedangkan dzikir ini, dibaca setelah shalat wajib dan shalat sunah."
      Wallahu a'lam.

      Delete
  49. Assalamu'alaikum..
    Mo tanya utk yg no 4 apakah hanya dibaca waktu subuh dan maghrib saja sebanyak 10 kali? Trus diluar subuh dan maghrib apakah dibaca sekali ato tidak sm skali?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikum salam... untuk bacaan dzikir nomor 4 dalam tulisan di atas, dibaca 10 kali hanya pada shalat subuh dan maghrib. Adapun pada shalat wajib lainnya, terdapat bacaan dzikir yang hampir sama (dengan penambahan, pengurangan, dan jumlah bacaan yang berbeda), dapat dilihat pada bacaan dzikir nomor 2, 3, dan 6 di atas. Wallahu A'lam.

      Delete
  50. Kalo yang no 11, apa ada hadistnya?
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doa dan dzikir nomor 11 terdapat dalam banyak riwayat, salah satunya disandarkan pada hadits riwayat Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam Kitab Shahih Ibnu Majah no. 762. Terimakasih.

      Delete
  51. Assalamu'alaikum, ustadz maaf mau tanya apa dzikir no 2,3,4 bisa digabung dan dibaca 1kali sepertinya redaksinya sama kemudian membaca subhanallah 33kali dan seterusnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dzikir nomor 2, 3, 4, adalah bacaan dzikir yang berbeda dan datang dari riwayat yang berbeda-beda pula. Ketiganya shahih. Diperbolehkan membaca salah satu, dua, atau ketiga-tiganya sekaligus, dan insyaAllah akan mendapat pahala dzikir di Sisi Allah (namun dengan derajat yang berbeda tentunya). Namun, tidak ada sandaran dalil untuk MENGGABUNGKAN ketiganya menjadi SATU bacaan dzikir. Maka, maka bagi kita sebagai pengikut Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, seharusnyalah kita tidak membuat hal-hal baru dalam agama yang mulia ini, yang tidak ada sandaran dalilnya dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Barakallahu fiik.

      Delete
  52. izin copas ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dipersilahkan... Namun, jika ada masalah dengan susunan tulisan arabnya (saat copas ke word), silahkan download yang format PDF.

      Delete