Home » » Angola Nyatakan Islam Ilegal dan Terlarang, Masjid-Masjid Dihancurkan

Angola Nyatakan Islam Ilegal dan Terlarang, Masjid-Masjid Dihancurkan



Sebuah tragedi dan kabar kelam tentang dunia Islam datang dari Angola. Negara yang terletak di bagian selatan Afrika itu, mengumumkan pelarangan resmi dan terang-terangan terhadap keberadaan agama Islam dan Muslim. Selain tidak mengakui dan menganggab Islam sebagai agama ilegal, otoritas negara itu juga dilaporkan mulai menghancurkan masjid-masjid.

Seperti dilaporkan Arrahmah.com dengan mengutif OnIslam, pada 19 November 2013, Menteri kebudayaan Angola mengumumkan akan menutup semua masjid setelah proses legalisasi Islam di Kementerian Hukum negara itu ditolak, dan menyatakan bahwa Islam bukanlah agama melainkan hanya ‘ritual pemujaan.’

“Proses legalisasi Islam tidak disetujui oleh Kementerian Hukum, masjid-masjid mereka akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata Rosa Cruz e Silva, Menteri Kebudayaan Angola, Jum’at (22/11), seperti dilansir OnIslam. 

Silva mengatakan bahwa keputusan tersebut adalah upaya terakhir dari rangkaian upaya untuk melarang sekte-sekte agama ‘ilegal.’





Islam adalah salah satu di antara agama-agama yang dinilai sebagai ‘sekte ilegal’ yang berseberangan dengan budaya Angola. Agama yang masuk dalam daftar larangan ini, dilarang untuk melakukan ibadah secara terang-terangan.

“Semua sekte pada daftar yang dipublikasikan oleh surat kabar Kementerian Hukum Angola ‘Journal de Angola’ adalah yang dilarang untuk melakukan ibadah, sehingga mereka harus tetap menutup pintu-pintu mereka,” kata Silva dikutip oleh Cameroon Voice.


Pada Oktober lalu, umat Muslim dari kota Viana, Luanda, menyaksikan penghancuran masjid Zengo mereka.


Keputusan pelarangan Islam ini disambut gembira oleh para pejabat Angola yang anti-Islam, termasuk presidennya sendiri. 

“Ini adalah akhir dari pengaruh islam di negeri kita,” kata President José Eduardo dos Santos, yang beragama Katolik Roma, dikutip oleh Osun Defender pada Ahad (24/11).

Gubernur provinsi Luanda, Bento Bento, juga telah mengatakan melalui radio lokal bahwa “Muslim radikal tidak diterima di Angola dan pemerintah Angola tidak siap untuk melegalisasi masjid-masjid.”

Berdasarkan CIA Factbook, 47%  penduduk Angola mempraktekkan ajaran adat, 38% penganut Katolik Roma, dan 15% penganut Kristen Protestan.  

Sedangkan penganut Agama Islam menurut catatan Wikepedia, hanya menempati sekitar 1%. 

Namun demikian, menurut Comunidade Islâmica de Angola (Komunitas Islam Angola), jumlah Muslim di Angola menunjukkan peningkatan dan terus bertambah. 

Sumber: http://www.arrahmah.com/
______________________

Thanks for reading Angola Nyatakan Islam Ilegal dan Terlarang, Masjid-Masjid Dihancurkan

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment