Home » , » Kutifan Ayat Alqur'an tentang Kematian: Nasehat untuk Diri Sendiri

Kutifan Ayat Alqur'an tentang Kematian: Nasehat untuk Diri Sendiri

Ayat Al-Quran berikut ini kami kutifkan lebih sebagai nasihat untuk diri pribadi, seorang hamba yang penuh dosa.

Semoga, dengan pertolongan Allah subhanahu wata’ala, ayat ini bisa terus-menerus mengingatkan penulis akan “perjanjian” yang pasti, dan setiap waktu detik demi detik terus mendekat.


قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ


"Katakanlah, sesungguhnya KEMATIAN yang kamu lari (menghindar) dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada ALLAH, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu tentang apa-apa yang telah kamu kerjakan (selama hidupmu)." (QS. Al-Jumu’ah: 8)


Nasehat Kematian untuk Diri Sendiri!


Kita semua percaya bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti.

Tapi sesungguhnya, sangat jarang kita benar-benar membayangkan datangnya kematian itu. Saat ini! Dan menimpa diri kita sendiri!

Bathin kita, terutama yang masih merasa sehat jasmani, selalu berkata bahwa maut pasti akan datang, tapi belum giliran kita. Belum sekarang, atau besok, atau bulan depan! Pokoknya, bukan dalam waktu dekat. Tapi masih lama…. Masih jauh…….

Dan kita tidak pernah benar-benar membayangkan secara detil, bagaimana dan seperti apa jika saat itu tiba dengan senyata-nyatanya.

Saat kabar kematian itu menuliskan nama kita? Bukan lagi nama teman atau orang lain seperti yang selalu kita lihat di status facebook atau di kiriman SMS.

Khabar yang biasanya didahului dengan tulisan “INNA LILLAH WA INNA ILAIHI ROJI’UN…. Telah berpulang ke rahmatullah ……(nama kita)……………….”

Bahkan saat melihat orang mati di hadapan kita, sedikit sekali di antara kita yang mau membayangkan dan merenungkan dengan bathin yang dalam, bahwa pada saatnya, raga kita ini juga akan terbujur kaku persis sama seperti mayat yang ada di hadapan kita.

Saat itu, jasad kita yang sudah dingin, akan dikelilingi orang-orang yang melayat. Istri. Suami. Anak. Saudara. Kerabat. Tetangga. Teman. Sahabat.

Bayangkan… kita mungkin dibaringkan di atas tikar. Atau di atas kasur. Di ruang tamu rumah kita. Ditutup kain panjang menunggu dimandikan, dikafani, dishalatkan, lalu dimasukkan ke dalam keranda atau peti jenazah untuk di antarkan ke kuburan.

Saat itu, meski kita tidak lagi bisa melihat… diiringi air mata dari orang-orang yang menyayangi kita, kita akan meninggalkan semuanya. Dan melanjutkan perjalanan seorang diri. Sunyi! Mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah kita perbuat seumur hidup kita.

Ini adalah nasehat pribadi penulis untuk diri sendiri.

Semoga Allah subhanahu wataala, senantiasa memberi hidayah dan mengingatkan terus-menerus akan datangnya kematian itu.

Serta menolong dengan penuh rahmat dan kasih sayang-Nya, agar hamba yang bergelimang dosa dan maksiat ini, dapat bertaubat dan mengumpulkan bekal yang cukup sebelum ajal itu benar-benar menjelang.
_____________________

Thanks for reading Kutifan Ayat Alqur'an tentang Kematian: Nasehat untuk Diri Sendiri

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment

loading...