Home » » Bagaimanakah Ukuran "Mampu" dalam Perintah Qurban?

Bagaimanakah Ukuran "Mampu" dalam Perintah Qurban?


Pertanyaan : Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa barakatuh! Saya sering mendengar bahwa Qurban itu diperintahkan hanya bagi orang muslim yang “mampu” secara ekonomi. Tapi saya belum pernah mendengar penjelasan “mampu” berkurban itu yang bagaimana? Mohon penjelasannya!

Jawaban :


Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.
Kebanyakan para ulama sepakat bahwa hukum menyembelih hewan qurban adalah sunnah muakkad. Sunnah yang sangat dianjurkan bagi muslim yang sudah baligh, berakal, dan mampu. Adanya persyaratan “mampu” secara ekonomi inilah, memang kemudian memunculkan pertanyaan baru, yakni tentang perkara “nisab” qurban. Bagaimanakah keadaan seorang muslim yang dikatakan “mampu” sehingga ia dikenai perintah melaksanakan qurban?

Perkara ini sesungguhnya sudah menjadi bahan pembahasan para ulama terdahulu seperti Imam Ahmad, Imam Syafi’i, Imam Malik, dan Imam Hanafi. Dengan pemahaman masing-masing ulama, mereka berbeda pendapat mengenai perkara ini. Untuk menjawab pertanyaan di atas, berikut ini kita ringkaskan pendapat 4 imam muslim tentang nisab atau ukuran seseorang disunnahkan melakukan qurban:

  • Imam Ahmad


Menurut pendapat Imam Ahmad ukuran ”mampu” dalam qurban adalah apabila seseorang pada hari raya Idul Adha bisa membeli hewan (sesuai persyaratan qurban) dengan uangnya. Dengan ”uangnya” di sini mencakup juga uang yang diperoleh dari hutang, sepanjang ia mampu untuk membayarnya.

  • Imam Syafii


Adapun pendapat Imam Syafi’i mengenai nisab atau ukuran mampu dalam berqurban adalah apabila seseorang mempunyai kelebihan uang dari kebutuhannya dan kebutuhan orang yang menjadi tanggungannya, senilai hewan qurban pada hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyriq.

  • Imam Malik


Imam Malik memiliki pendapat sendiri mengenai nisab atau ukuran disunnahkannya bagi seseorang untuk melaksanakan qurban. Menurutnya ukuran seseorang dikatakan mampu berqurban adalah apabila seseorang itu mempunyai ”kelebihan” seharga hewan qurban dan tidak memerlukan uang tersebut untuk kebutuhannya yang mendasar selama setahun. Apabila tahun itu ia membutuhkan uang tersebut maka ia tidak termasuk yang disunnahkan untuk berqurban.

  • Imam Hanafi


Terakhir menurut pendapat Imam Hanafi, seseorang dikatakan ”mampu” Qurban, apabila ia mempunyai kelebihan uang senilai 200 dirham atau memiliki harta senilai itu, di luar kebutuhan tempat tinggal, pakaian, dan kebutuhan dasarnya.

Demikian pendapat empat imam muslim tentang nisab atau ukuran ”mampu” dalam perkara Qurban, sehingga disunnahkannya seorang muslim untuk menyembelih hewan qurban. Wallahu A’lam!!!

Thanks for reading Bagaimanakah Ukuran "Mampu" dalam Perintah Qurban?

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

2 komentar:

  1. Global Qurban bisa anda coba lihat merupakan lembaga yang menyediakan jual hewan qurban beserta membantu pelaksanaan dan pembagian qurban ke lokasi lokasi masyarakat dhuafa

    ReplyDelete
  2. kowe ki nopo Wi...ning ndi ndi komen dodolan

    ReplyDelete