Daftar Isi Kitab Shalat: Tuntunan Penelusuran dan Pencarian Hadits Shahih Bukhari

thumbnail


Tulisan “Daftar Isi Kitab Shalat” ini adalah bagian dari upaya menghadirkan daftar isi kitab-kitab yang terdapat dalam Shahih Bukhari. Sebagai tuntunan dalam melakukan penelusuran dan pencarian hadits-hadits bagi yang memerlukan.

“Kitab: Shalat” adalah salah satu kitab yang dimuat dalam Shahih Bukhari Jilid-I. Kitab ini berisi 105 Bab dan 155 nomor hadits. Dimulai dari halaman 157 sampai dengan halaman 223. Setiap bab berisi satu atau beberapa nomor hadits tentang satu sub-tema pembahasan mengenai “Shalat.”

Daftar isi ini diharapkan dapat melengkapi tulisan sebelumnya : Download Kitab Hadits Shahih Bukhori Teks Arab Terjemahan Indonesia Format PDF. Dan dapat memudahkan setiap pembelajar dan kaum muslimin dalam melakukan pencarian hadits-hadits yang diperlukan.

Sistimatika daftar isi dibuat dengan susunan: Bab: Sub Thema (nomor jilid/nomor hadits/nomor halaman). Contoh: Bab: Jika seorang dari kalian memasuki masjid hendaklah shalat dua rakaat sebelum dia duduk (425/194). Artinya, hadits yang memerintahkan “Jika seorang dari kalian memasuki masjid hendaklah shalat dua rakaat sebelum dia duduk,” dimuat dalam Jilid I Shahih Bukhari hadits nomor 425 halaman 194.

Berikut ini daftar isi “Kitab: Shalat” Shahih Bukhari selengkapnya:

  • Bab: Bagaimana shalat diwajibkan pada malam Isra' (I/no.336-337/hal.157)
  • Bab: Wajibnya melaksanakan shalat dengan menggunakan pakaian (I/no.338/hal.159)
  • Bab: Mengikatkan pakaian di tengkuk ketika shalat (I/no.339-340/hal.160)
  • Bab: Shalat dengan menggunakan sehelai pakaian (I/no.341-345/hal.160)
  • Bab: Jika shalat menggunakan sehelai pakaian hendaklah mengikatkannya ke pundaknya (I/no.346-347/hal.162)
  • Bab: Apabila pakaian yang dikenakan untuk shalat sempit (I/no.348-349/hal.162)
  • Bab: Shalat dengan menggunakan jubah buatan negeri Syam (I/no.350/hal.163)
  • Bab: Tidak disukainya badan terbuka (selain penutup aurat) ketika shalat dan juga di luar shalat (I/no.351/hal.164)
  • Bab: Shalat dengan menggunakan kemeja, celana panjang, celana dalam, dan selendang (I/no.352-353/hal.164)
  • Bab: Sesuatu yang digunakan untuk menutup aurat (I/no.354-356/hal.165)
  • Bab: Shalat tanpa meggunakan rida' (selendang yang lebar) (I/no.357/hal.166)
  • Bab: Masalah berkenaan paha (apakah termasuk aurat?) (I/no.358/hal.167)
  • Bab: Dalam berapa lembar pakaian seharusnya wanita melaksanakan shalat? (I/no.359/hal.168)
  • Bab: Jika seseorang shalat dengan pakaian yang ada gambanya lalu dia memperhatikan gambar tersebut (I/no.360/hal.168)
  • Bab: Jika seseorang shalat dengan pakaian yang ada salibnya atau gambar, apakah dapat merusak shalatnya? Apa yang terlarang berkaitan masalah ini? (I/no.361/hal.169)
  • Bab: Shalat mengenakan baju luar yang terbuat dari sutera lalu menanggalkannya (I/no.362/hal.169)
  • Bab: Shalat mengenakan baju berwarna merah (I/no.363/hal.169)
  • Bab: Shalat di atap, di atas mimbar dan atau di atas kayu (I/no.364-365/hal.170)
  • Bab: Jika orang yang shalat ketika sujud pakaiannya menyentuh istrinya (I/no.366/hal.171)
  • Bab: Shalat di atas tikar (I/no.367/hal.172)
  • Bab: Shalat di atas al-khumrah (alas kecil khusus untuk tempat sujud) (I/no.368/hal.172)
  • Bab: Shalat di atas alas tidur (kasur) (I/no.369-371/hal.172)
  • Bab: Sujud di atas kain dalam cuaca sangat panas (I/no.372/hal.173)
  • Bab: Shalat dengan memakai sandal (I/no.373/hal.173)
  • Bab: Shalat dengan memakai khuff (sepatu yang menutupi maka kaki) (I/no.374-375/hal.174)
  • Bab: Shalat bila tidak menyempurnakan sujud (I/no.376/hal.174)
  • Bab: Menampakkan ketiak dan merenggangkan lengan saat sujud (I/no.377/hal.175)
  • Bab: Keutamaan menghadap qiblat dengan menghadapkan jari jemari kedua kaki (I/no.378-379/hal.175)
  • Bab: Arah qiblat bagi penduduk Madinah, Syam dan penduduk Timur ( dari Ka'bah) (I/no.380/hal.176)
  • Bab: Firman Allah "Dan jadikanlah sebagian dari maqam Ibrahim sebagai tempat shalat" (I/no.381-383/hal.176)
  • Bab: Menghadap qiblat bagaimanapun keadaannya (I/no.384-386/hal.178)
  • Bab: Masalah qiblat dan mereka yang memandang tidak perlu mengulang shalat bagi siapa yang telah shalat namun keliru arah qiblatnya (I/no.387-389/hal.179)
  • Bab: Mengerik dahak yang ada di masjid dengan tangan (I/no.390-392/hal.180)
  • Bab: Mengerik dahak yang ada di masjid dengan kerikil (I/no.393/hal.181)
  • Bab: Tidak boleh meludah ke arah kanan ketika shalat (I/no.394-395/hal.182)
  • Bab: Hendaklah membuang dahak ke sebeleh kiri atau di bawah kaki kiri ketika Shalat (I/no.396-397/hal.182)
  • Bab: Kafarat (tebusan) akibat membuang dahak di dalam masjid (I/no.398/hal.183)
  • Bab: Menutupi (mengubur) dahak di masjid (I/no.399/hal.183)
  • Bab: Jika terpaksa meludah hendaklah meludahnya dengan mengunakan ujung pakaiannya (I/no.400/hal.184)
  • Bab: Nasehat imam kepada para ma'mum tentang menyempurnakan shalat dan mengingatkan qiblat (I/no.401-402/hal.184)
  • Bab: Bolehkah menamakan masjid dengan Masjid Suku anu? (I/no.403/hal.185)
  • Bab: Orang yang mengundang makan di masjid dan orang yang memenuhi undangan tersebut (I/no.404/hal.185)
  • Bab: Memutuskan perkara-perkara dan li'an (sumpah dan saling melaknat) antara suami dan istri di masjid (I/no.405/hal.185)
  • Bab: Jika seseorang memasuki suatu rumah apakah ia boleh shalat dimana saja dia mau atau dimana diperintahkan tanpa menyelidiki terlebih dahulu? (I/no.406/hal.186)
  • Bab: Masjid-masjid yang ada di rumah-rumah (I/no.407/hal.186)
  • Bab: Mendahului kaki kanan ketika memasuki masjid dan lainnya (I/no.408/hal.187)
  • Bab: Bolehkan membongkar kuburan orang musyrik jahiliyyah lalu membangun masjid di atasnya? (I/no.409-410/hal.188)
  • Bab: Shalat di kandang kambing (I/no.411/hal.189)
  • Bab: Shalat di kandang unta (I/no.412/hal.189)
  • Bab: Orang yang melakukan shalat di hadapan tungku atau api atau sesuatu yang biasa disembah orang sedangkan dia melaksanakan shalat karena Allah Ta'ala (I/no.413/hal.189)
  • Bab: Dibencinya shalat di kuburan (I/no.414/hal.190)
  • Bab: Shalat di tempat reruntuhan atau tempat yang pernah terkena siksa (I/no.415/hal.190)
  • Bab: Shalat di dalam gereja (atau tempat ibadah orangYahudi dan Nashrani) (I/no.416-418/hal.190)
  • Bab: Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam: "Dan bumi telah dijadikan untukku sebagai tempat sujud dan tempat bersuci" (I/no.419/hal.191)
  • Bab: Tidurnya seorang wanita di dalam masjid (I/no.420/hal.192)
  • Bab: Tidurnya seorang laki-laki di dalam masjid (I/no.421-423/hal.193)
  • Bab: Shalat sekembalinya dari bepergian (I/no.424/hal.194)
  • Bab: Jika seorang dari kalian memasuki masjid hendaklah shalat dua rakaat sebelum dia duduk (I/no.425/hal.194)
  • Bab: Berhadats di dalam masjid (I/no.426/hal.194)
  • Bab: Membagun masjid (I/no.427/hal.195)
  • Bab: Tolong menolong dalam membangun masjid (I/no.428/hal.195)
  • Bab: Meminta bantuan tukang kayu dan tukang bangunan dalam membuat mimbar dan mendirikan masjid (I/no.429-430/hal.196)
  • Bab: Balasan pahala orang yang membangun masjid (I/no.431/hal.196)
  • Bab: Memegangi mata panah ketika memasuki masjid (I/no.432/hal.197)
  • Bab: Berjalan melewati masjid (I/no.433/hal.197)
  • Bab: Membaca sya'ir di dalam masjid (I/no.434/hal.197)
  • Bab: Bermain tombak di dalam masjid (I/no.435/hal.198)
  • Bab: Membicarakan perdagangan dan jual beli di atas mimbar di dalam masjid (I/no.436/hal.198)
  • Bab: Menagih hutang dan meminta kepastian pelunasan di dalam masjid (I/no.437/hal.199)
  • Bab: Petugas kebersihan masjid dan membuang kotoran dari masjid (I/no.438/hal.199)
  • Bab: Haramnya memperdagangkan khamer di dalam masjid (sebelum turun ayat pengharaman meminumnya) (I/no.439/hal.200)
  • Bab: Pelayan masjid (I/no.440/hal.200)
  • Bab: Para tawanan dan orang yang bermaksiat diikat di masjid (I/no.441/hal.200)
  • Bab: Mandi bagi orang yang baru masuk Islam dan mengikat tawanan di masjid (I/no.442/hal.201)
  • Bab: Kemah di dalam masjid bagi orang yang sakit dan selain mereka (I/no.443/hal.201)
  • Bab: Memasukkan unta ke dalam masjid karena suatu alasan (I/no.444-445/hal.202)
  • Bab: Pintu dan jalan untuk berlalu lalang di masjid (I/no.446-447/hal.202)
  • Bab: Pintu-pintu dan kunci untuk Ka'bah atau masjid (I/no.448/hal.203)
  • Bab: Masuknya orang musyrik ke dalam masjid (I/no.449/hal.204)
  • Bab: Mengeraskan suara di masjid (I/no.450-451/hal.204)
  • Bab: Membuat halaqah (majelis) dan duduk-duduk di masjid (I/no.452-454/hal.205)
  • Bab: Terlentang dan meluruskan kaki di masjid (I/no.455/hal.207)
  • Bab: Masjid yang terletak di jalan hendaklah tidak mengganggu orang (I/no.456/hal.207)
  • Bab: Shalat di masjid pasar (I/no.457/hal.207)
  • Bab: Menyilangkan jari-jari tangan di masjid dan lainnya (I/no.458-460/hal.208)
  • Bab: Masjid-masjid yang terletak di jalan kota Madinah dan tempat-tempat dimana Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam pernah shalat di dalamnya (I/no.461-462/hal.210)
  • Bab: Sutrah (pembatas) tempat shalat (I/no.463-465/hal.213)
  • Bab: Sutrah bagi imam juga sebagai sutrah bagi orang yang shalat di belakangnya (I/no.466-467/hal.214)
  • Bab: Shalat menghadap tombak kecil (I/no.468/hal.214)
  • Bab: Shalat menghadap tongkat (I/no.469-470/hal.215)
  • Bab: Sutrah ketika shalat di Makkah dan tempat lain (I/no.471/hal.215)
  • Bab: Shalat di hadapan tiang (I/no.472-473/hal.216)
  • Bab: Shalat di antara dua tiang dengan tidak berjama'ah (I/no.474-476/hal.216)
  • Bab: Shalat di hadapan hewan tunggangan, unta, pohon ataupun pelana (I/no.477/hal.217)
  • Bab: Shalat di hadapan tempat tidur (I/no.478/hal.218)
  • Bab: Orang yang sedang shalat mencegah orang yang lewat di depannya (I/no.479/hal.218)
  • Bab: Dosa orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat (I/no.480/hal.219)
  • Bab: Orang yang shalat menghadap orang yang juga sedang shalat (I/no.481/hal.219)
  • Bab: Shalat di belakang orang yang sedang tidur (I/no.482/hal.220)
  • Bab: Shalat sunnah di belakang seorang wanita (I/no.483/hal.220)
  • Bab: Pendapat yang menyatakan bahwa shalat tidak dapat diputus oleh suatu apapun (I/no.484-485/hal.220)
  • Bab: Memanggul anak kecil di pundak ketika sedang shalat (I/no.486/hal.221)
  • Bab: Shalat menghadap tempat tidur yang ditempati wanita yang sedang haid (I/no.487-488/hal.222)
  • Bab: Apakah boleh seseorang yang sedang shalat menepuk istrinya yang tidur melintang di hadapannya agar dapat sujud dengan sempurna (I/no.489/hal.222) 
  • Bab: Wanita menghilangkan kotoran dari orang yang sedang shalat (I/no.490/hal.223)
________________________

Hadits tentang Wanita yang Mengalami Tiga Kali Masa Haidl dalam Sebulan

thumbnail



Hadits berikut ini adalah tentang wanita yang mengalami keluarnya darah menyerupai haidl hingga tiga kali dalam sebulan.

Hadits ini menerangkan keluarnya darah di luar siklus haidl normal, dikategorikan sebagai istihadlah atau darah penyakit, sehingga tidak wajib baginya untuk meninggalkan shalat.

Hadits ini dimuat dalam Shahih Bukhari dengan judul “Bab: Jika seorang wanita mengalami tiga kali masa haidl dalam sebulan dan apa yang harus dilakukannya dalam masa-masa haidl.”



Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abu Raja' berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah berkata, Aku mendengar Hisyam bin 'Urwah berkata, telah mengabarkan kepadaku Bapakku dari 'Aisyah bahwa Fatimah binti Abu Hubaisy bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, katanya, "Aku mengeluarkan darah istihadlah (penyakit). Apakah aku tinggalkan shalat?" Beliau menjawab: "Jangan, karena itu hanyalah darah penyakit seperti keringat. Tinggalkanlah shalat selama masa haidlmu, setelah itu mandi dan kerjakanlah shalat." (Kitab Shahih Bukhari – Hadits Nomor: 314) 
_______________________ 


Daftar Isi Kitab Haidl: Tuntunan Penelusuran dan Pencarian Hadits Shahih Bukhari

thumbnail


Tulisan “Daftar Isi Kitab Haidl” ini adalah bagian dari upaya menghadirkan daftar isi kitab-kitab yang terdapat dalam Shahih Bukhari. Sebagai tuntunan dalam melakukan penelusuran dan pencarian hadits-hadits bagi yang memerlukan.

“Kitab: Haidl” adalah salah satu kitab yang dimuat dalam Shahih Bukhari Jilid-I. Kitab ini berisi 29 Bab dan 37 nomor hadits. Dimulai dari halaman 132 sampai dengan halaman 146. Setiap bab berisi satu atau beberapa nomor hadits tentang satu sub-tema pembahasan mengenai “Haidl.”

Daftar isi ini diharapkan dapat melengkapi tulisan sebelumnya : Download Kitab Hadits Shahih Bukhori Teks Arab Terjemahan Indonesia Format PDF. Dan dapat memudahkan setiap pembelajar dan kaum muslimin dalam melakukan pencarian hadits-hadits yang diperlukan.

Sistimatika daftar isi dibuat dengan susunan: Bab: Sub Thema (nomor jilid/nomor hadits/nomor halaman). Contoh: Bab: Mencuci darah haidl (I/no.296-297/hal.136). Artinya, hadits yang membahas tentang “Mencuci darah haidl,” dimuat dalam Jilid I Shahih Bukhari hadits nomor 296-297 halaman 136.

Berikut ini daftar isi “Kitab: Iman” Shahih Bukhari selengkapnya:

  • Bab: Bagaimana permulaan junub (I/no.285/hal.132)
  • Bab: Wanita yang sedang haidl boleh mencuci kepala suaminya dan menyisir rambutnya (I/no.286-287/hal.132)
  • Bab: Seorang suami membaca al-Qur'an di pangkuan istrinya yang sedang haidl (I/no.288/hal.133)
  • Bab: Mereka yang menamakan nifas sebagai haidl dan sebaliknya (I/no.289/hal.133)
  • Bab: Bercumbu dengan istri yang sedang haidl (I/no.290-292/hal.133)
  • Bab: Wanita yang sedang haidl meninggalkan shaum (puasa) (I/no.293/hal.134)
  • Bab: Wanita yang sedang haidl melaksanakan seluruh manasik hajji kecuali thawaf di Baitullah (I/no.294/hal.135)
  • Bab: al-Istihadlah (I/no.295/hal.136)
  • Bab: Mencuci darah haidl (I/no.296-297/hal.136)
  • Bab: I'tikaf bagi wanita yang sedang mustahadlah (I/no.298-300/hal.137)
  • Bab: Apakah seorang wanita boleh shalat menggunakan pakaian yang pernah dipakainya ketika haidl? (I/no.301/hal.137)
  • Bab: Memakai wewangian bagi wanita ketika mandi dari haidl (I/no.302/hal.137)
  • Bab: Wanita menggosok badannya ketika mandi dari haidl dan cara dia mandi dengan menggunakan kapas untuk membersihkan sisa darah (I/no.303/hal.138)
  • Bab: Mandi dari haidl (I/no.304/hal.139)
  • Bab: Seorang wanita menyisir rambutnya ketika mandi dari haidl (I/no.305/hal.139)
  • Bab: Mengurai rambut bagi wanita yang mandi dari haidl (I/no.306/hal.140)
  • Bab: Firman Allah Ta'ala: "Yang kejadiannya sempurna dan yang tidak sempurna" (/I/no.307/hal.140)
  • Bab: Bagaimana wanita yang sedang haidl melakukan ihram (dan bertalbiyah) hajji dan 'umrah (I/no.308/hal.141)
  • Bab: Awal dan akhir masa haidl (I/no.309/hal.142)
  • Bab: Wanita haidl tidak mengqadla shalat yang ditinggalkannya ketika sedang haidl (I/No.310/hal.142)
  • Bab: Tidur bersama istri yang sedang haidl dan berselimut bersamanya dengan pakaian yang dipakainya (I/no.311/hal.142)
  • Bab: Menggunakan pakian khusus untuk haidl selain pakaian saat suci (I/no.312./hal.143)
  • Bab: Wanita haid menghadiri shalat dua Hari Raya dan mendegarkan khutbah dan do'a bagi Kaum Muslimin namun mereka dijauhkan dari tempat shalat (I/no.313/hal.143)
  • Bab: Jika seorang wanita mengalami tiga kali masa haidl dalam sebulan dan apa yang harus dilakukannya dalam masa-masa haidl (I/no./hal.144)
  • Bab: Cairan kuning dan coklat yang keluar diluar masa-masa haidl (I/no.315/hal.144)
  • Bab: Darah (penyakit) istihadlah (I/no.316/hal.114)
  • Bab: Seorang wanita mengalami haidl setelah melaksanakan thawaf ifadalah (I/no.317-318/hal.145)
  • Bab: Jika wanita yang sedang mengalami haidl melihat tanda-tanda suci (I/no.319/hal.145)
  • Bab: Menshalatkan wanita yang meninggal dunia dalam keadaan nifas serta sunnah-sunnahnya (I/no.320-321/hal.146)
_____________________

Daftar Isi Kitab Ilmu: Tuntunan Penelusuran dan Pencarian Hadits Shahih Bukhari

thumbnail


Tulisan “Daftar Isi Kitab Ilmu’” ini adalah bagian dari upaya menghadirkan daftar isi kitab-kitab yang terdapat dalam Shahih Bukhari. Sebagai tuntunan dalam melakukan penelusuran dan pencarian hadits-hadits bagi yang memerlukan.

“Kitab: Ilmu” adalah salah satu kitab yang dimuat dalam Shahih Bukhari Jilid-I. Kitab ini berisi 51 Bab dan 75 nomor hadits. Dimulai dari halaman 34 sampai dengan halaman 70. Setiap bab berisi satu atau beberapa nomor hadits tentang satu sub-tema pembahasan mengenai “Ilmu.”

Daftar isi ini diharapkan dapat melengkapi tulisan sebelumnya : Download Kitab Hadits Shahih Bukhori Teks Arab Terjemahan Indonesia Format PDF. Dan dapat memudahkan setiap pembelajar dan kaum muslimin dalam melakukan pencarian hadits-hadits yang diperlukan.

Sistimatika daftar isi dibuat dengan susunan: Bab: Sub Thema (nomor jilid/nomor hadits/nomor halaman). Contoh: Bab: Keutamaan orang yang berilmu dan mengajarkannya (I/no.77/hal.44). Artinya, hadits yang membahas tentang “Keutamaan orang yang berilmu dan mengajarkannya,” dimuat dalam Jilid I Shahih Bukhari hadits nomor 77 halaman 44.

Berikut ini daftar isi “Kitab: Iman” Shahih Bukhari selengkapnya:

  • Bab: Siapa yang bertanya tentang ilmu sedang dia terus menyampaikan pertanyaannya (I/no.57/hal.34)
  • Bab: Siapa yang mengeraskan suaranya dalam menyampaikan ilmu (I/no.58/hal.34)
  • Bab: Ucapan ahli hadits, telah bercerita kepada kami, telah mengabarkan kepada kami (I/no.59/hal.35)
  • Bab: Pemimpin menyampaikan pertanyaan kepada para sahabatnya untuk mengatahui kadar ilmu mereka (I/no.60/hal.35)
  • Bab: Keterangan tentang ilmu, diantaranya firman Allah Ta'ala: "Dan katakanlah, Ya Rabb tambahkanlah aku ilmu…" (I/no.61/hal.36)
  • Bab: Metode munawalah dan surat-surat para ahli ilmu ke berbagai negeri. (I/no.62-63/hal.37)
  • Bab: Siapa yang duduk di belakang dalam suatu majelis (I/no.64/hal.38)
  • Bab: Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam: "Berapa banyak orang yang hanya mendapat penyampaian lebih paham dibanding orang yang mendengarnya langsung (I/no.65/hal.38)
  • Bab: Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam selalu memberi waktu yang tepat ketika memberi nasehat (I/no.66-67/hal.39)
  • Bab: Orang yang menyediakan hari-hari khusus untuk bermulazamah dengan para ulama (I/no.68/hal.39)
  • Bab: Siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka Allah pahamkan dia tentang agama (I/no.69/hal.40)
  • Bab: Memahami ilmu (I/no.70/hal.40)
  • Bab: Tekun dalam mencari ilmu dan hikmah (I/no.71/hal.41)
  • Bab: Perginya Nabi Musa Alaihissalam ke laut untuk menemui Khidlir (I/no.72/hal.41)
  • Bab: Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam: "Ya Allah ajarkanlah dia al-Kitab". (I/no.73/hal.42)
  • Bab: Kapan dibolehkan mendengarkan pendapat anak kecil (I/no.74-75/hal.42)
  • Bab: Pergi menuntut ilmu (I/no.76/hal.43)
  • Bab: Keutamaan orang yang berilmu dan mengajarkannya (I/no.77/hal.44)
  • Bab: Diangkatnya ilmu dan munculnya kebodohan (I/no.78-79/hal.45)
  • Bab: Keutamaan ilmu (I/no.80/hal.45)
  • Bab: Menberikan fatwa ketika sedang menunggang kendaraan (I/no.81/hal.46)
  • Bab: Menjawab fatwa dengan isyarat tangan atau anggukan kepala (I/no.82-84/hal.46)
  • Bab: Anjuran Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam kepada utusan 'Abdul Qais untuk menjaga iman (I/no.85/hal.48)
  • Bab: Bepergian untuk mencari jawaban tentang masalah yang terjadi (I/no.86/hal.49)
  • Bab: Bergantian dalam mencari ilmu (I/no.87/hal.49)
  • Bab: Marah ketika memberi nasehat dan mengajar jika nelihat sesuatu yang dibenci (I/no.88-90/hal.50)
  • Bab: Mencari berkah dengan bersimpuh kepada imam atau ahli hadits (I/no.91/hal.51)
  • Bab: Mengulang hadits sampai tiga kali agar dapat difahami (I/no.92-94/hal.52)
  • Bab: Mengajarkan ilmu kepada hamba sahaya dan keluarganya (I/no.95/hal.52)
  • Bab: Pemimpin memberikan nasehat dan pengajaran kepada kaum wanita (I/no.96/hal.53)
  • Bab: Antusias untuk mencari hadits (I/no.97/hal.53)
  • Bab: Cara dicabutnya ilmu (I/no.98/hal.54)
  • Bab: Perlukah menetapkan hari tertentu untuk megajarkan ilmu kepada kaum wanita? (I/no.99/hal. 54)
  • Bab: Siapa yang mendengar sesuatu namun belum dipahaminya hendaklah dia kembali (mendengarkannya) sampai mengerti (I/no.100/hal.55)
  • Bab: Orang yang hadir hendaklah menyampaikan ilmu yang didengarnya kepada yang tidak hadir (I/no.101-102/hal.56)
  • Bab: Dosa orang yang berdusta atas nama Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam (I/no.103-107/hal.57)
  • Bab: Penulisan ilmu (I/no.108-111/hal.58)
  • Bab: Menyampaikan ilmu dan pelajaran di malam hari (I/no.112/hal.60)
  • Bab: Membicarakan ilmu sebelum tidur (I/no.113-114/hal.60)
  • Bab: Menghafal ilmu (I/no.115-117/hal.61)
  • Bab: Diam untuk mendengarkan ulama (I/no.118/hal.63)
  • Bab: Anjuran untuk seorang alim, bila ditanya tentang siapakah yang lebih mengetahui, hendaklah mengembalikan ilmu kepada Allah (I/no.119/hal.63)
  • Bab: Bertanya sambil berdiri kepada seorang alim yang sedang duduk (I/no.120/hal.65)
  • Bab: Bertanya dan memberi fatwa ketika sedang melempar jumrah (I/no.121/hal.66)
  • Bab: Firman Allah Ta'ala : "Dan tidaklah kalian diberi ilmu kecuali sedidkit..." (I/no.122/hal.66)
  • Bab: Meninggalkan sebagian ikhtiar karena khawatir sebagian manusia tidak memahaminya sehingga melakukan kesalahan yang lebih besar (I/no.123/hal.67)
  • Bab: Mengkhususkan sebagian ilmu kepada sebagian orang karena khawatir yang lainnya tidak dapat memahami (I/no.124-126/hal.67)
  • Bab: Malu dalam (menuntut) ilmu (I/no.127-128/hal.68)
  • Bab: Orang yang malu bertanya lalu menyuruh orang lain untuk bertanya (I/no.129/hal.69)
  • Bab: Menyampaikan ilmu dan fatwa di dalam masjid (I/no.130/hal.70)
  • Bab: Menjawab pertanyaan melebihi yang ditanyakan (I/no.131/hal.70)
__________________________

Daftar Isi Kitab Iman: Tuntunan Penelusuran dan Pencarian Hadits Shahih Bukhari

thumbnail


Tulisan “Daftar Isi Kitab Iman’” ini adalah bagian dari upaya menghadirkan daftar isi kitab-kitab yang terdapat dalam Shahih Bukhari. Sebagai tuntunan dalam melakukan penelusuran dan pencarian hadits-hadits bagi yang memerlukan.

“Kitab: Iman” adalah salah satu kitab yang dimuat dalam Shahih Bukhari Jilid-I. Kitab ini berisi 39 Bab dan 50 nomor hadits. Dimulai dari halaman 11 sampai dengan halaman 31. Setiap bab berisi satu atau beberapa nomor hadits tentang satu sub-tema pembahasan mengenai “Iman.”

Daftar isi ini diharapkan dapat melengkapi tulisan sebelumnya : Download Kitab Hadits Shahih Bukhori Teks Arab Terjemahan Indonesia Format PDF. Dan dapat memudahkan setiap pembelajar dan kaum muslimin dalam melakukan pencarian hadits-hadits yang diperlukan.

Sistimatika daftar isi dibuat dengan susunan: Bab: Sub Thema (nomor jilid/nomor hadits/nomor halaman). Contoh: Bab: Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya (I/no.9/hal.11). Artinya, hadits yang membahas tentang “Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya,” dimuat dalam Jilid I Shahih Bukhari hadits nomor 9 halaman 11.

Berikut ini daftar isi “Kitab: Iman” Shahih Bukhari selengkapnya:

  • Bab: Islam dibangun diatas lima (landasan), dan Islam adalah perkataan dan perbuatan serta bertambah dan berkurang. (I/no.7/hal.11)
  • Bab: Tentang Perkara-perkara Iman (I/no.8/hal.11)
  • Bab: Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya (I/no.9/hal.11)
  • Bab: Amalan Islam apakah yang paling utama? (I/no.10/hal.12)
  • Bab: Memberi makan bagian dari Islam (I/no.11/hal.12)
  • Bab: Bagian dari iman hendaknya mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri (I/no.12/hal.12)
  • Bab: Mencintai Rasulullah bagian dari iman (I/no.13-14/hal.13)
  • Bab: Manisnya iman (I/no.15/hal.13)
  • Bab: Tanda-tanda keimanan adalah mencintai sahabat anshar (I/no.16-17/hal.14)
  • Bab: Bagian dari dien adalah menghindar dari fitnah (I/no.18/hal.15)
  • Bab: Sabda nabi shallallahu 'alai wa sallam; 'Di antara kalian akulah yang paling mengerti tentang Allah' (I/no.19/hal.15)
  • Bab: Dan siapa yang benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka (I/no.20/hal.15)
  • Bab: Bertingkat-tingkatnya ahlul iman dalam amalan (I/no.21-22/hal.16)
  • Bab: Malu bagian dari iman (I/no.23/hal.17)
  • Bab: "Maka jika mereka bertaubat, menegakkan shalat dan membayar zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan." (I/no.24/hal.17)
  • Bab: Orang yang berpendapat bahwa iman adalah perbuatan. (I/no.25/hal.17)
  • Bab: Apabila masuk Islam bukan pada hakikatnya, tetapi karena berserahdiri dan takut dari pembunuhan (I/no.26/hal.18)
  • Bab: Menyebarkan salam bagian dari Islam (I/no.27/hal.19)
  • Bab: Mengingkari pemberian dan istilah kekufuran di bawah kekufuran (I/no.28/hal.19)
  • Bab: Perbuatan maksiat merupakan kebiasaan jahiliyah, namun pelakunya tidak dikafirkan karena kemaksiatannya (I/no.29/hal.19)
  • Bab: Bila dua kelompok orang beriman berperang maka damaikanlah… (I/no.30/hal.20)
  • Bab: Kezhaliman di bawah kezhaliman (I/no.31/hal.20)
  • Bab: Tanda-tanda nifaq (I/no.32-33/hal.21)
  • Bab: Menghidupkan malam lailatul qadar bagian dari iman (I/no.34/hal.21)
  • Bab: Jihad bagian dari iman (I/no.35/hal.22)
  • Bab: Menghidupkan ibadah-ibadah sunnah Ramadan bagian dari iman (I/no.36/hal.22)
  • Bab: Melaksanakan shaum Ramadan karena mencari ridla Allah bagian dari iman (I/no.37/hal.22)
  • Bab: Agama itu mudah (I/no.38/hal.23)
  • Bab: Shalat bagian dari iman (I/no.39/hal.23)
  • Bab: Baiknya Islam seseorang (I/no.40/hal.24)
  • Bab: Pelaksaan agama yang paling Allah sukai adalah yang konsisten (I/no.41/hal.24)
  • Bab: Bertambah dan berkurangnya iman (I/no.42-43/hal.24)
  • Bab: Zakat bagian dari Islam (I/no.44/hal.25)
  • Bab: Mengiringi jenazah bagian dari iman (I/no.45/hal.26)
  • Bab: Kekhawatiran seorang mu'min bila amalnya terhapus tanpa sadar (I/no.46-47/hal.27)
  • Bab: Pertanyaan malaikat Jibril kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tentang iman, Islam, Ihsan dan pengetahuan akan hari qiyamat. (I/no.48-49/hal.27)
  • Bab: Keutamaan orang yang memelihara agamanya (I/no.50/hal.29)
  • Bab: Menunaikan pembagian seperlima bagian ghanimah merupakan bagian dari
  • iman (I/no.51/hal.29)
  • Bab: Sesungguhnya amal itu bergantung dengan niat dan pengharapan, dan setiap mukmin akan mendapatkan sesuai dengan niatnya (I/no.52-54/hal.30)
  • Bab: Agama adalah nasehat (loyalitas) kepada Allah, Rasul-Nya dan para pemimpin. (I/no.55-56/hal.31)
______________________

Hadits tentang Makruhnya Kepemimpinan kecuali dalam Keadaan Darurat

thumbnail


Hadits berikut ini adalah tentang makruhnya kepemimpinan kecuali dalam keadaan darurat.

Hadits ini dimuat dalam Shahih Muslim dengan judul “Bab: Makruhnya kepemimpinan kecuali dalam keadaan darurat.”

 

Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Syu'aib bin Laits telah menceritakan kepadaku bapakku Syu'aib bin Laits telah menceritakan kepadaku Laits bin Sa'ad telah menceritakan kepadaku Yazid bin Abu Habib dari Bakr bin 'Amru dari Al Harits bin Yazid Al Hadhrami dari Ibnu Hujairah Al Akbar dari Abu Dzar dia berkata, saya berkata, "Wahai Rasulullah, tidakkah anda menjadikanku sebagai pegawai (pejabat)?" Abu Dzar berkata, "Kemudian beliau menepuk bahuku dengan tangan beliau seraya bersabda:

"Wahai Abu Dzar, kamu ini lemah (untuk memegang jabatan) padahal jabatan merupakan amanah. Pada hari kiamat ia adalah kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi siapa yang mengambilnya dengan haq dan melaksanakan tugas dengan benar." (Shahih Muslim – Hadits no.3404)

 


Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Ishaq bin Ibrahim keduanya dari Al Muqri'i, Zuhair berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Ayyub dari Ubaidullah bin Abi Ja'far Al Qurasyi dari Salim bin Abu Salim Al Jaisyani dari ayahnya dari Abu Dzar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Abu Dzar, sungguh saya melihatmu sangat lemah, dan saya menginginkan untukmu seperti yang saya inginkan untuk kamu. Jangan kamu menjadi pemimpin di antara dua orang dan jangan kami menguasai harta anak yatim." (Shahih Muslim – Hadits no.3405) 

_________________________________